Panduan lengkap membuat kacang oven berkualitas

ID 4923

AGROTANI.COMPanduan lengkap membuat kacang oven berkualitas –  Untuk membuat kacang oven perlu dipersiapkan bahan baku, bahan tambahan, dan peralatan yang diperlukan. Persiapan ini dimaksudkan agar proses pembuatan bisa berjalan dengan lancar. Berikut akan diulas bahan dan peralatan yang diperlukan yang mendukung untuk pembuatannya.

A. Bahan yang diperlukan

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kacang oven terdiri dari bahan baku dan bahan tambahan. Bahan baku merupakan bahan dasar yang meajadi unsur pokok dalaan pembuatan kacang oven, yakni kacang tasah.

Sementara bahan tambahan yang sering disebut bahan penolong berfungsi untuk menambah cita rasa, memperbaiki kenampakan, dan memperpanjang daya simpan produk Bahan lain yang diperlukan adalah bahan pengeinas Pengemas berfungsi untuk melindungi produk sehingga mempunyai daya simpan yang relatif lebih lautaa Selain itu, bahan pengemas juga berfungsi untuk meningkatkan citra produk sehingga lebih menarik konsumen

1. Kacang Tanah

Bahan baku yang dipilih untuk pembuatan kacang oven adalah kacang tanah de polong atau kalitoya. sebaiknya kirang tanah yang digunakan sudah eakup tua dan kering. Namun, kacang tanah yang dijual di pasar umumnya masih basah atau baru dipanen. Kacang tanah yang masih basah sebenarnya bisa digunakan, tetapi harus dilakukan pengeringan terlebih dahulu(sebelum digunakan) Bahan yang dipilih adalah kacang yang berkualitas baik, tidak busuk. dan ukurannya seragam(dari varietas yang sama).

Di pasar induk atau pasar tradisional biasanya terdapat dua jenis kacang polong, yaitu yang sudah dan belum dicuci bersih(masih terdapat tanah yang menempel) Untuk lebih efisien bisa dipilih kacang polong yang sudah dicuci kulitnya, meski harganya relatif lebih mahal Selain itu, beberapa jenis kacang tanah yang dijual di pasar ada yang dari jettis lokal dan hibrida(menurut istilah pedagang), Untuk jenis lokal ukuran polongnya lebih kecil (setiap polong berisi 2 biji) dibanding jenis hibrida(setiap polong berisi 3-4 biji).

Beberapa konsumen menyukai kacang tanah lokal karena rasanya lebih gurih. Namun, sebagian lainnya menyukai kacang hibrida karena mempunyai kenampakan yang lebih baik karena lebih besar dan lebih seragam ukuran polongnya. Untuk skala komersial biasanya dipilih kacang tanah varietas lokal yang setiap polongnya berisi 2 biji dengan ukuran polong lebih kecil Bahan baku kacang tanah bisa diperoleh di pasar-pasar tradisional untuk skala kecil, tetapi jika menginginkan jumlah yang besar dan rutin, bahan baku dengan mutu terjamin bisa didapatkan dengan menghubungi pedagang pengumpul hasil bumi yang biasanya ada di tiap-tiap kota. Harga di tingkat pedagang pengumpul biasanya relatif lebih murah jika pembelian dalam partai besar dan rutin.

2. Garam

Fungsi garam dalam pembuatan kacang oven adalah untuk memberi cita rasa asin pada produk kacang oven. Tentu saja untuk kacang oven rasa alami dan untuk diet(rendah garam), garam dapur tidak diperlukan Garam yang dipilih untuk bahan pembantu kacang oven pun harus bermutu baik. Mutu garam diukur dari kemurnian dan kebersihannya. Dalam industri makanan dibutuhkan kemurnian garam minimal 99% NaCl Mutu garam di bawah 99 NaCI akan mengurangi kecepatan garam masuk ke dalam jaringan bahan dan menurunkan kualitas warna, rupa, dan tekstur produk. Garam yang kotor juga dapat menyebabkan kontaminasi pada produk kacang oven yang dihasilkan

3. Bahan pengemas

Bahan pengemas untuk kacang oven biasanya dari bahan plastik pot propilen dan polietilen atau aluminium foil. Polietilen merupakan jenis plastik yang paling banyak digunakan dalam indusri karena selain harganya murah, mudah dibentuk, tahan terhadap bahan kimia, kenampakannya jernih mudah direkatkan, serta kedap air. Sementara polipropilen mempunyai sifat ringan. mudah dibentuk, transparan, jernih, mempunyai kekuatan tarik yang lebih besar dari polietilen, tidak mudah sobek, dan permeabilitas uap airnya rendah. Aluminium foil mempunyai sifat kedap air yang baik, permukaannya dapat memantulkan cahaya sehingga penampilannya lebih menarik, permukaannya licin, mudah dibentuk dan dilipat tidak terpengaruh oleh sinar. tahan terhadap temperatur tinggi (sampai di atas 290ºC) tidak berasa, tidak berbau, serta tidak beracun. Namun, untuk kasus tertentu(isu cinta lingkungan atau produk hijau) bisa dipilih pengemas dati bahan kertas yang mudah didaur ulang.

Untuk skala komersial bahan pengemas sering kali disablon dengan warna-warna yang menarik dan diberi label Label tersebut terdiri dari merek, komposisi gizi, ijin departemen kesehatan, tanggal kadaluwarsa, serta nama dan alamat produkcn Selain itu, bisa juga dicantumkan nomor telepon produsen yang berfungsi untuk menampung keluhan pelanggan. Hal ini berguna untuk komunikasi antara produsen dan konsumen dalam meningkatkaa mutu produk dan pemasaran. Untuk bahan pengemas (tanpa label) bisa diproleh di toko toko plastik, sedangkan untuk kemasan yang disablon bisa dipesan pada percetakan Harga pengemas yang sudah dicetak biasanya ditentukan oleh banyaknya warna dan jumlah pemesanan Semakin banyak Jumlah yang dipesan biasanya harganya relatif lebih murah.

B. Peralatan yang diperlukan

Alat yang digunakan untuk membuat kacang oven dikategorikan menjadi beberapa bagian, antara lain alat untuk mencuci, merebus menjemur, mengoven, dan mengemas. Alat-alat ini relatif mudah diperoleh di toko-toko kelontong atau di pasar tradisioual.

1. Alat untuk mencuci

Untuk mencuci polong kacang tanah dari kotoran ataupun tanah yang menempel diperlukan beberapa peralatan seperti ember. sikat. dan saringan ukuran besar.

2. Alat untak merebus

Untuk merebus kacang turah yang sudah dicuci bersih diperlukan panci besar kompor minyak tanah atau LPG saringan dalam ukuran plastik besar untuk merariskan, dan pengaduk (bisa dari kayu atau dari bahan lainnya).

3. Alat untuk mengeringkan

Untuk mengeringkan (menjemun kacang tanah yang sudah direbus diperlukan para para dari bambu atau seng serta mesin pengering ada)

4. Alat untuk mengeven

Oven yang digunakan untuk mengoven kacang tanah yang sudah dijemur Gering) bisa menggunakan oven sederhana untuk membuat kue kering Selain oven diperlukan juga loyang untuk tempat meletakkan kacang tanah serta kompor (minyak tanah atau LPG) .

5. Alat untuk mengemas

Untuk mempermudah pengangkutan dan pendistribusiannya kacang oven yang akan dipasarkan sebaiknya dikemas terlebih dahulu. Untuk mengemas ini diperlukan timbangan, laminating press atau penjepit plastik, serta kotak karton (untuk pengemas sekunder atau bagian luar).

PEMBUATAN KACANG OVEN

Seperti yang telah disebutkan di bab sebelumnya, cara membuat kacang oven cukup mudah. Selain itu, juga tidak memerlukan waktu yang lama. Asalkan seluruh bahan dan peralatan yang diperlukan telah dipersiapkan dengan baik.

A. Persiapan bahan baku

Kacang tanah yang dipilih sebagai bahan baku pembuatan kacang oven adalah kacang tanah yang telah tua dan kering. Ciri-cirinya, polong sudah berisi penuh dan keras serta warna polong cokelat kehitam-hitaman Untuk bahan baku kacang oven biasanya dipilih kacang yang polongnya berisi dua biji. Pemilihan ini selain betdasarkan rasanya yang lebih gurih, Juga dimaksudkan agar penampilannya seragam, Namun, jika tidak ada varietas kacang tanah yang berbiji dua, bisa dipilih varietas lain yang polongnya lebih besar,yaitu berisi 3-4 biji Kacang tanah yang tersedia di pasar biasanya kacang tanah polong basah dan kacang tanah polong kering Untuk kacang tanah yang polongnya masih basah sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu di bawah terik simar matahari hingga besar-benar kering

B. Pemisahan kacang tanah berdasarkan keseragaman mutu

Kacang tanah yang dibeli di pasar atau petani biasanya masih kotor dan tidak seragam oleh karena itu, kacang tanah kemudian dipilah-pilah sesuai dengan mutu yang dinginkan (erading) Tujuan rrading adalah untuk memperoleh produk yang seragam baik besar maupun jumlah polongnya serta memisahkan polong yang berukuran kecil, kosong, kisut, berpenyakit, dan busuk Grading bisa dilakukan secara manual atau memung kacang berkualitas dengan tangan. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan sampan yang diputar secara dawa nginteri) sehingga polong kacang yang kecil dan bermutu jelek ierkumpul di tengah. Kumpulan polong kacang tanah tersebut kemudian bisa dipungut atau dibuang.

C. Pencucian

Kelit kacang tanah yang diperoleh dari pasar biasanya masih kotor masih banyak tanah yang menempel). Oleh karena itu, setelah dipilih, kacang tanah kemudian dicuci untuk membersihkan kotoran yang berupa tanah atau pasir yang menempel pada kulitnya Dengan dicuci bersih, selain untuk mendapatkan produk kacang oven yang bersih, warnatya juga akat lebih menarik(putih bersih Pencucian beasanya dilakukan dengan merendam polong kacang tanah dalan air terlebih dahulu. Nelandutnya readaman diaduk aduk hingga kotorannya larut Pencuwian dilakukan hingga diperoleh kulit kacang tanah berwarna kuning terang Cara pencucian lain adalah dengan menggunakan alat sikat yang di gosokan ke kulit kacanje tanah samtii menyitariifiya dengan air mengalir.

D. Perebusan dan pemberian garam

Kacang tanah yang sudah bersih kemudian direbus dalam panci. Fungsi perebusan adalah untuk melunakkan biji kacang tanah. Perebusan dilakukan selama kurang lebih 15-30 menit. Saat masih direbus, tambahkan garam ke dalamnya Banyaknya garam yang dimasukkan sekitar 5 – 10% dari berat kacang tanah yang direbus Supaya hasil pengasinan maksimal, saat penambahan garam, air untuk merebus sebaiknya dikurangi terlebih dahulu.

Selanjutnya setelah diangkat dari atas api biarkan rebusan kacang tanah tetap dalam panci hingga cukup dingin Apabila sudah cukup dingin baru kemudian ditiriskan sementara untuk memproduksi kacang oven rendah garam (bagi yang diet garam), penambahan garam tak perlu dilakukan E. Pengeringan acang unah yang sudah matang kemudian dikeringkan di bawah panas matahari hingga diperoleh kacang yang kering baik kulit maupun bijinya. Bila dilakakan dengan pengering oven bisa dilakukan dengan suhu 50ºC – 60ºC selama 6 8 jam Fungi pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air sehingga mempercepat pengovenan dan bisa menghasilkan kacang oven yang renyah. Pengeringan di bawah panas matahari bisa dilakukan dengan meletakkan kacang tanah pada para para dari bambu(tampah) atau dari seng(bagian bawah bisa berlubang atau tidak)

F. Pengovenan kacang tanah yang telah dikeringkan

Rebusan kacang tanah yang sudah kering kemudian ditaruh dalam loyang oven untuk selanjutnya dilakukan pengovenan. Untuk pengovenan ini bisa menggunakan oven yang biasa dipakai untuk membuat kue kering saat lebaran Proses pengovenan dilakukan untuk memperoleh kacang oven yang kering (menghilangkan kadar air yang masih ada). Selama proses pengoveran, kacang tanah harus sering dibalik dengan pengaduk kayu supaya tidak hangus. Selain itu, pengovenan sebaiknya juga tidak dilakukan terlalu lama Hal im dimaksudkan untuk memperoleh kacang oven yang renyah Lama pengovenan berkisar antara 15-20 menit.

G. Pengemasan kacang oven

Setelah dioven, kacang oven selanjutnya didinginkan dengan cara diangin-anginkan di atas para para(anyaman bambu).

Setelah kulit kacang dingin benar, kacang oven bisa segara dikemas Seperti yang telah diulas pada bab sebelumnya, pengemasan bisa menggunakan bahas plastik polipropilen, polietilen, ataupun aluminium foil. Sebelum dimasukkan ke dalam kantuag kemasan. lakukan penimbangan terlebih dahulu sesuai dengan berat yang diinginkan

Apabila kacang oven telah dimasukkan ke dalam pengemas. lubang kemasan sebaiknya segera ditutup rapat dengan menggunakan alat perekat plastik(laminating press). Untuk memperpanjang daya simpan, sebaiknya dikemas dalam kemasan kedap udara.

Tanaman Kacang Tanah