Keunggulan dan Kekurangan Menanam Padi Saat Musim Kemarau

Diposting pada

Padi (Oryza sativa) adalah jenis palawija yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman khas Asia ini adalah tanaman asli dari India dan dibawa masuk ke Indonesia tahun 1500 SM. Padi merupakan tumbuhan semusim, artinya dibudidayakan hanya pada musim tertentu saja, dalam hal ini adalah musim hujan.

Keunggulan dan Kekurangan Menanam Padi Saat Musim Kemarau

Karakteristiknya yang memerlukan banyak air dalam proses penanamannya menjadikan padi biasanya ditanam pada musim penghujan. Namun sebenarnya padi juga dapat ditanam dengan sistem kering, bahkan cara ini lebih dulu dikenal manusia.

Menanam padi di sawah diduga pertama kali dilakukan manusia di dataran rendah sungai Yang Tse, Tiongkok. Ada satu lagi sistem penanaman padi, yaitu sistem rawa. Di Indonesia dilakukan di beberapa tempat seperti Kalimantan yang memang memiliki banyak daerah rawa. Menanam padi dengan sistem kering sendiri dilakukan di daerah-daerah yang musim kemarau panjang, seperti Lombok. Nah, kemampuan padi untuk tetap tumbuh di tempat kering inilah yang membuat para petani ikut menanam padi di musim kemarau.

Selama manusia membudidayakan padi, perbaikan genetika dan peningkatan kualitasnya terus dilakukan. Karena itulah kita mengenal berbagai ras padi (dan beras sebagai hasilnya) yang berkualitas tinggi, seperti rajalele, pandanwangi, kukubalam, ramos, dll. Ada juga padi gogo yang bisa hidup di tempat kering dan padi rawa yang bisa hidup di rawa-rawa dengan ketinggian air yang berubah-ubah. Di negara lain seperti Thailand dan India juga perbaikan genetika padi dilakukan.

Padi dibagi menjadi dua sub spesies besar:

  • Padi indica. Berumur pendek, postur tanaman kecil, dan bulir berasnya lonjong. Beras yang dihasilkan cenderung pera. Artinya jika sudah dimasak menjadi nasi bulir-bulirnya tidak menyatu, tapi berderai.
  • Padi japonica. Kebalikan dari indica, japonica berumur panjang dengan postur lebih besar. Bulirnya bulat dan ketika sudah dimasak menjadi nasi hasilnya pulen atau lengket satu sama lain.
  • Varietas lainnya adalah minor javanica, dengan sifat di antara kedua tipe di atas. Varietas ini, sesuai namanya, hanya ada di pulau Jawa.

Pada dasarnya, karena padi bisa tumbuh di lahan kering, penanaman padi di musim kemarau juga tidak masalah. Salah satunya yang dilakukan oleh 17 kecamatan yang ada di kabupaten Karanganyar.

Beberapa kecamatan tersebut mengupayakan sumber-sumber air untuk bisa optimal mengairi sawah yang sebagian besar menanam padi. Kabupaten Karanganyar membuktikkan hal tersebut untuk mengoptimalkan menanam padi pada saat kemarau.

Ada  beberapa cara sukses persemaian padi yang dapat dilakukan salah satunya berikut ini,

Cara Agar Tetap Bisa Bertanam Padi di Musim Kemarau

Padi memerlukan jumlah air tertentu agar bisa hidup. Kebanyakan kita mengenal padi ditanam di sawah, yang berlumpur gembur dan tergenang air. Karenanya padi biasa ditanam di musim penghujan. Namun sebenarnya padi juga bisa ditanam di musim kemarau, dengan cara-cara seperti di bawah ini.

Menggunakan Sumur Pantek dan Sumur Dalam

Padi gogo atau padi yang cocok untuk penanaman musim kering, juga cocok untuk penanaman di musim kemarau. Padi ini adalah subspecies dari dua spesies utama padi, dan berasal dari Bangladesh. Padi ini tidak memerlukan air sebanyak padi lainnya dan ternyata telah dibudidayakan sejak 1500-1000 tahun SM. Di Indonesia, tepatnya di Lombok, telah lama dikembangkan padi gogo rancah. Padi ini tidak memerlukan penggenangan dalam waktu lama seperti jenis padi lainnya.

Padi gogo juga bisa ditanam dengan sistem tumpang sari, yang artinya menanam beberapa jenis tanaman dalam satu waktu penanaman. Misalnya padi gogo rancah ditanam bersamaan dengan singkong atau jagung. Di beberapa daerah padi ini juga disebut padi ladang. Menanam gogo rancah di musim kemarau tentu sangat cocok mengingat jenis ini tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Walau begitu tetap harus ada pengairan buatan untuk menyuplai kebutuhan air padi.

Menggunakan Sodetan Untuk Mengalirkan Air Walau Debit Air Kecil

Sodetan atau terusan buatan merupakan kanal yang dibuat oleh manusia untuk mengalirkan air. Dalam hal penanaman padi di musim kemarau, sodetan dibuat untuk mengalirkan air dari sungai ke persawahan. Walaupun debit air yang mengalir kecil, tapi bisa mengairi sawah dengan baik dan mengairi padi hingga panen. Cara ini berhasil diaplikasikan di Boyolali dan Indramayu, saat musim kemarau tahun lalu.

Dengan sodetan yang dibuat dari terpal, air sungai dialirkan ke persawahan penduduk. Walau tidak terlalu banyak, namun bisa mengairi sawah hingga wilayah 1  km. panjang sodetannya sendiri 750 meter.

Teknik Semai Kering

Teknik ini, selain dapat dimanfaatkan di musim kemarau, juga bisa menghemat waktu penyemaian hingga 50%. Waktu semai yang diperlukan hanya 10 sampai 14 hari, jauh lebih cepat dibanding semai konvesional yang mencapai umur 20 hari. Selain itu juga tidak memerlukan tempat yang luas untuk pelaksanaannya. Teknik semai kering dapat dilakukan di pekarangan, praktis dalam pencabutan bibit. Tambahkan juga pupuk padi agar bibit lebih terkontrol dari hama dan penyakit, pertumbuhan lebih cepat dan bibit tidak mudah stress. Selain itu biaya kerja juga lebih murah, sehingga margin keuntungan saat panen nanti juga bisa lebih besar.

Keunggulan Menanam Padi di Musim Kemarau

Waktu Tanam Lebih Singkat

Padi yang ditanam di musim kemarau biasanya dapat dipanen setelah 3-4 bulan saja. sesuai dengan panjangnya musim yang biasanya berlangsung 4-5 bulan. Namun ada juga penanaman hingga dua kali di musim kemarau yang panjang. Beberapa ahli pertanian tidak terlalu menyarankan hal ini dan lebih merekomendasikan petani menanam jenis palawija lainnya setelah menanam padi.

Memenuhi Kebutuhan Beras

Saat musim kemarau, biasanya stok beras hanya bergantung pada persediaan bulog. Dengan bertanam di musim kemarau, petani dapat mengurangi ketergantungan tersebut dan memenuhi kebutuhan beras paling tidak untuk di daerahnya. Jika  hal ini dapat dilakukan secara berkelanjutan maka bukan tidak mungkin daerah tersebut akan terus swasembada beras. Lebih jauh, akan menjaga kestabilan harga dan persediaan beras daerah tersebut dan daerah-daerah di sekitarnya.

Banyak Hama dan Penyakit yang Bisa Dihindari

Sebagian besar hama dan penyakit seperti jamur, virus dan bakteri lebih cepat berkembang di musim penghujan yang memiliki kelembaban tinggi. Di musim kemarau, hujan sangat jarang dan sinar matahari yang berlimpah akan menghambat perkembangan jamur dan bakteri.

Kekurangan Menanam Padi di Musim Kemarau

Air Lebih Sulit Didapat

Di musim kemarau debit air di sungai dan bendungan akan berkurang. Hal ini jelas akan mengurangi asupan air ke persawahan. Walau bisa ditanggulangi dengan sodetan yang menghubungkan sungai dengan persawahan, namun lebih baik lagi jika para petani memiliki sumur sebagai sumber air cadangan.

Biaya Operasional Lebih Tinggi

Dibutuhkan lebih banyak pompa, pipa, dan peralatan lain untuk mengalirkan air. Penggalian sumur juga membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan irigasi alami dari sungai. Namun hal ini dapat diatasi dengan bekerjasama. Untuk itulah sangat diperlukan peran aktif para kelompok tani dan perangkat desa setempat.