Penyakit pada Tanaman Kentang dan Cara Pengendaliannya

ID 222

Agrotani.Com – Tanaman kentang merupakan tanaman yang cara budidayanya memerlukan perhatian khusus. Terutama pada gejala serangan penyakit. Apabila sudah terlihat tanda-tanda gejala terserang penyakit, maka harus segera sigap untuk memberi perlakuan sebagai langkah awal pengendalian.

Pengendalian penyakit pada tanaman kentang sangatlah penting. Karena serangan penyakit pada tanaman ini bisa mengalami kerugian yang signifikan. Bahkan bisa mengalami kegagalan panen dan kerugian mencapai 100 persen.

Sebelum tanaman kentang terserang penyakit secara besar-besaran, alangkah baiknya kita mengenali terlebih dahulu gejala serangan penyakit tersebut. Sehingga apabila diketahui gejalanya, kita bisa langsung sigap mengendalikannya sehingga sedikit kemungkinan tanaman lain terserang.

Adapun beberapa penyakit tanaman kentang yang sering menyerang adalah sebagai berikut :

  1. Penyakit sista kuning

Penyait ini disebabkan oleh nematoda sista kuning atau biasa juga disebut Globodera rostochiensis. Gejala yang ditimbulkan oleh nematoda ini adalah terganggunya pertumbuhan tanaman. Tanaman menjadi kerdil, berwarna kuning dan cepat layu atau mati.

Nematoda betina yang menempel pada umbi juga akan menyebabkan kerusakan jaringan tanaman.

  1. Layu bakteri

Penyakit layu bakteri ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala yang ditimbulkan dari serangan bakteri ini adalah daum menjadi layu dan dimulai dari daun muda atau pucuk.

Berkas pembuluh yang ada pada pangkal batang berubah warna menjadi kecoklatan dan apabila ditekan akan mengeluarkan cairan lendir yang berwarna abu abu keruh.

Tidak hanya pada daun, gejala penyakit ini ada juga pada umbui. Umbi yang terkena penyakit ini akan berwarna coklat sampai hitam, dan apabila umbi dibelah akan tampak jaringan yang membusuk berwarna coklat.

  1. Penyakit bercak kering

Penyakit ini disebut juga cacar atau early blight. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria solani. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah adanya bercak kecil yang membulat pada daun. Warna daun menjadi menguning, kering dan mudah rontok. Kadang kadang bercak ini menyebar pada tangkai daun, batang, cabang dan umbi.

  1. Penyakit busuk daun

Penyakit busuk daun ini disebabkan oleh Phytophtora infestan, penyakit ini sering juga disebut hawar daun atau late bright. Gejala awal yang ditimbulkan dari penyakit ini adala adanya bercak basah pada bagian tepi daun atau pada tengah daun, kemudian bercak ini melebar hingga kebagian daun yang lainnya.

Serangan penyakit ini bisa juga menyebar ke area batang dan umbi tanaman. Pada serangan berat dapat menghancurkan pertanaman kentang.

  1. Penyakit layu dan busuk kering umbi

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan fusarium oxysporum . gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah adanya bercak berlekuk berwarna tua atau hitam pada umbi, lama kelamaan bercak ini akan meluas dan menyebabkan bagian umbi kentot, keripu, mengering dan keras.

Tanaman yang terserang penyakit ini pertumbuhannya terhambat, adanya gejala klorosis pada bagian bawah tanaman, menguning, kemudian tanaman layu dan mengering.

Tanaman Kentang