Jangkrik Gangsir

Di PETERNAKAN

Gangsir Betina

Agrotani.com – Jangkrik Gangsir atau “Brachytrypes portentosus” termasuk jenis serangga berukuran sangat besar dan berwarna hitam, warna hitam terdapat pada seluruh bagian tubuhnya. Tubuh gangsir jantan terlihat kokoh dan sangat tenang berbeda dengan jeliteng, memiliki suara yang nyaring dan kurang enak di dengar, tidak terlalu gesit, tidak terlalu berani dan mudah stres serta cepat mati. Jangkrik ini tidak di budidayakan karena melihat pasaran untuk seukuran sebesar ini ternak cocok untuk ternak dan ikan karena tidak meyukainya.

Habitat asli jangkrik gangsir dapat di temukan di daerah yang sedang dan menyukai suasana sepi, biasanya banyak di temukan di kuburan, mereka membuat lubang untuk bersarang. Biasanya musim kawin jangkrik gangsir berada pada pertengahan musim hujan, dan pada musim hujan tersebut biasanya jantan jangkrik gangsir mengeluarkan suara yang nyaring untuk menarik perhatian betina, betina akan menghampiri jangkrik jantan yang mengeluarkan suara keras dan kemudian kawin. Gangsir dalam satu indukan menghasilkan telur 40 – 70 telur. Mungkin anda jarang menemukan jangkrik gangsir karena jangkrik ini kurang aktif pada lingkungan di bandingkan jenis jangkrik lainnya.

Ada banyak jenis jangkrik di indonesia yang harus anda ketahui yaitu :

Kebanyak jangkrik memang banyak sekali penyebutan dan nama sesuai dengan daerah anda. Jika anda ingin mengenal jangkrik silahkan anda baca “mengenal jenis jangkrik”, jika anda tertarik dengan budidayanya silahkan baca di Cara budidaya jangkrik.

Belajar Agrotani Melalui Video : Belajar Lewat Video

Buat pertanyaan

Tag : #Jangkrik

Zenzen Zainudhin

Seni adalah bertani

Mengenal Jenis Jenis Jangkrik
Mengenal Jenis Jenis Jangkrik
Jangkrik Kidang
Jangkrik Kidang
Jangkrik Upa
Jangkrik Upa
Jangkrik Alam
Jangkrik Alam
Jangkrik Jerabang
Jangkrik Jerabang
Jangkrik Jeliting
Jangkrik Jeliting