Jenis Vitamin Yang Di Butuhkan Burung

ID 4791

Agrotani.com – Agar fungsi tubuh burung berjalan normal, selain jumlah pakan kualitas pakan juga perlu diperhatikan. Kualitas pakan sangat ditentukan oleh nilai gizi yang dikandung dalam pekan tersebut. Secara umum pakan yang diberikan kepada burung harus mengandung protein. lemak krbohidrat, minerali vitamin, dan air.

Jenis Vitamin Yang Sangat Di Butuhkan Burung


1. Protein

Secara kimiawi, protein merupakan suatu bahan organlk yang bersifat kompleks yang mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan terkundang belerang serta fosfor. Unsur ursur ini tersusun dalam bentuk asam amino.

Protein menupakan zat yang penting bagi kehidupan karena terdapat dalam semua sel hidup. Nilai protain sebagai unsur zat makanan sangat ditentukan oleh jumlah dan macam asam amino yang menyusunnya. Dari beberapa penelitian telah diketahui bahwa lebih dari 20 macam asam amino menyusun protein.

Sepuluh di antaranya sangat penting bagi tubuh burung, yakni asam amino arginin, histidin, isoleusin, lisin. Jeusin, metionin, fenllalanin, triptofan, treonin, dan valin Kesepuluh asam amino tersebut tidak dapat dibentuk dalarn tubuh burung sehinga harus disediakan melalui makanan yang kita berikan. Sehingga, asam-asam amino ini dinamakan asam amino esensial.

Peranan protein dalam tubuh burung adalah sebagai bahan pembangun tubuh dan pengganti jaringan yang halus alau rusak bahan baku pembentukan enzim, hormon, dan antibodi (zat kekebalan): mengatur peredaran cairan tubuh dan zat yang larut di dalam dan ke luar sel serta metabolisme energi. Jumlah protein yarg dikonsumsi burung dari pakan yang disediakan harus seimbang dengan kebutuhannya, tidak lebih dan tidak kurang. Burung ocehan memerlukan protein kurang lebih 35 E dari jumlah makansnnya. Apabila protein yang dikorsumsi berlebihan, sisanya akan diubah menjadi lemak.

Penimbunan lemak dapat menyebabkan burung menjadi gemuk dan terlihat malas. Selain itu, burung tumbuh lambat dengan kelenjar adrenal yang membesar. Sebaliknya, bila konsumsi protein kurang, burung menjadi kurus, kerdil, pertumbuhan bulu tidak sempunha, bersifat kanibal, tidak bergairah, selalu murung dan enggan berkicau.

Berdasarkan sumbernya, zat gizi ini dibedakan atas protein nabati yang bersumber tanaman dan protein hewani yang bersumber dari hewan

Protein nabati pada umumnya bernilai protein lebih rendah daripada protein hewani, dalam arti kandungan asam amino esersial di dalam protein nabati lebih sedikit dibandingkan dengan protein hewani. Tepung ikan, cacing tanah, kacang tanah, kacang panjang, kacang kedelai, kacang hijau, kroto, dan ulat hongkong merupakan contoh bahan-bahan pakan yang selalu dijadikan sebagai sumber protein bagi burung.

2. Karbohidrat

Karbohidrat secara kmia merupokan zat organik yang mengandura unsur karbon, hidrogen, dan oksigen dalam perbandingan yang berbeda-beda.

Bentuk karbohidrat yang peling umum terdapat dalam pakan adalah pati. Pati digunakan sebagai sumber energi.

Sebelum dimanfaatkan oleh tubuh burung, pati terlebih dahulu dirombak menjadi satuan yang lebih kecil berupa gula glukosa dengan bantuan suatu zat yang disebut enzim.

Stelah itu, diserap dan diangkut oleh darah melalui dinding dinding usus halus untuk kemudian didistribusikan ke selunuh tubuh. Karbohidrat berperan dalam tubuh burung sebagai sumber energi, membakar lemak, membantu memperkecil oksidasi protein menjadi energi, dan memelihara fungsi alat pencemaan makanan agar berjalan normal.

Kadar kerbohidrat dalam tubuh bunung pada umumnya berkisar 2% dari bobotnya. Makanan yang mengandung karbohidrat dalam ransum burung ocehan sebaiknya sekitar 70% dari pakan yang diberikan sehari-hari. Kelebihan karbohidrat yang dikonsumsi burung akan ditimbun dalam bentuk lemak. Seperti telah diuraikan, lemak dapat menyebabkan burung menjadi gemuk dan malas berkicau. Sebalikanya, kekurangan karbohidrat dapat mendorong tubuh burung secara terus-menerus merombak lemak dan protein menjadi energi. Akibat perombakan kedua senyawa ini, lama kelamaan burung akan kelihatan kurus dan kurang lincah Bahan pekan yang menjadi sumber karbohidrat antara lain pepaya, pisang, jagung, dan gabah.

3. Lemak

Lemak seperti juga karbohidrat merupakan zat organik yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen. Dalam proses pencernaan lemak akan dirombak menjadi asam lemak dan gliserol yang dapat diserap tubuh. Furngi lemak dalam tubuh burang adalah sebagai sumber energi, mengatur suhu tubuh melindungi organ tubuh, membawa vitamin (A,D,E dan K) membawa asam lemak esensial, dan sebagai bahan baku pemberikan hormon steroid.

Sebagian sumber energi, lemak mampu memberikan energi 2.25 kali lebih besar daripada energi yang diberikan karbohidrat setelah mengalami metabolisme. Kekurangan lemak jarang terjadi karena dapat dipenuhi dari kelebihan karbohidrat dan protein, kecuali konsumsi zat keduanya kurang

Kekurangan yang sering terjadi adalah kurangnya asam lemak esensial berupa linoleat, linolenat, dan arakhidonst. Asam lemak ini dibutuhkan tubuh burung, tetapi tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh atau dibuat dalam jumlah yang tidak cukup. Kandungan lemak dalam peknn burung ocehan sebaikanya tidak lebih 8%.

Apabila kekurangan lemak, burung akan memperlihatkan gejala berupa kulit bersisik dan memperlihatkan proses produksi yang tidak normal, bahkan bisa menyebabknn kematian, Sebaliknya, bila lemak berlebihan, juga merugikan karena tidak semua lemak dapat dicerna tubuh yang akhirnya akan terbuang percuma bersama kotoran atau menumpuk di antara otot-otot tubuh maupun di bawah kulit.

Sebagai akibatnya, burung menjadi gemuk sekali dan gerakannya kelihatan kurang lincah. Kelebihan lemak juga dapat menyebabkan burung mencret.

Bahan pakan yang mengandung lemak antara lain kacang kacangan, kroto, dan ulat hongkong.

4. Vitamin

Vitamin tidak kalah pentingnya dengan semua zat gizi yang telah diuraikan sebelumnya. Vitamin didefinisikan sebagai substansi organik yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, untuk pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Vitamin dapat dibedakan menjadi vitamin yang dapat larut dalam air dan vitamin yang dapat larut dalatn lemak. Vitamin A, D, E den K termesuk vitamin yang larut dalam lemak, sedangkan vitamin B dan C lanut dalam air.

Secara kimia, vitamin yang larut didalam lemak hanya mengandug unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Adapun vitamin yang larut dalam air selain mengendung unsur-unsur tersebut juga mengandung nitrogen, tembaga, kobalt, fosfor, atau klor.

Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam proses metabolisme sel. memulihkan visual purple dalam mata, dan memelihara jaringan epitel yang melapisi saluran pemapasan, dan reproduksi. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat, xeroptalmia, bulu menjadi terasa kasar, serta fertilitas menurun. Pakan sumber vitamin A antara lain pepaya, pisang, kedelai, jagung dan kacang tanah.

Vitamin D

Vitamin D berperan dalam metabolsme kalsium dan fosfor serta menjaga kadar darah agar normal. Kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan bentuk tulang tidak normal (rakhitis) dan tulang menjadi lunak (osteomalasi), serta penurunan kandungan fosfor dalam darah kelebihan vitamin D sampai taraf sangat tinggi juga kurang baik karena menyebabkan berpindahnya kalsium dan fosfor dari jaringan tulang. Jagung merupakan bahan pakan sumber vitamin D.

Vitamin E (tokoferol)

Vitamin E berguna untuk mempertahankan kesehatan alat-alat reprodukai serta otak kecil dan besar, respirasi jaringan: reaksi fos- forilast metabolisme asam nukleat; dan sintesa asam askorbat. Kekurangan vitamin E menyebabkan lertilitas menurun. Jagung, gandum, toge, beras, dan tepung ikan merupakan pekan sumber vitamin E.

Vitamin K

Vitamin K sangat dibutuhkan untuk pembentukan protrombin, yaitu suatu zat penting yang berperan dalam pembekuan darah. Kekurangan vitamin K menyebabkan kekurangan protrombin dalam darah yang ditandai sulitnya darah membeku bila terjadi luka.

Vitamin yang larut dalam air

Vitamin B dan C termasuk vitamin yang lanut dalam air. Ke duanya selain memiliki unsur-unsur krbon, hidrogen, dan okigen, kadang-kadang mengundung unsur nitrogen, belerang, kobalt, klor, atau fosfor.

Vitamin B1, (tiamin)

Vitamin B1, berperan dalnm metabolisme karbohidrat dan pemindahan energi, selain itu, juga dapat mempertinggi nafsu makan dan meningkatkan fungi alat pencemaan dan memelihara susunan saraf. Kekurangan vitamin B1, dapat menyebabkan peradangan peda saraf (polineuritis) di berbagni bagian tubuh terutma kaki dan sayap, nafsu makan berkurang, pertumbuhan terlambat, dan kelumpuhan.

Toge, kacang tanah, kedelai, biji bunga matahari, beras jagang, dan tepung ikan merupakan sumber vitamin B1.

Vitamin B2 (riboflafin)

Vitamin B2, berfungsi dalam pemindahan energi dan metabolisme protein serta membantu menyehatkan kulit. Gejala kekurangan vitamin B2, yang tampak antara lain nafsu makan menurun dan pertumbuhan terganggu.

Tepung ikan kedelai, biji bunga matahari, gabeh, beras, dan jagung merupakan sumber vitamin B2.

Asam pantotenat

Asam pantotenat ikut serta dalam sebagian besar reaksi metabolik. Kekurangan vitamin ini akan menunjukkan gejala pertumbuhan terganggu, luka pada kulit, gangguan gastrointestinal, luka susuaan saraf dan kelenjar adrenal, serta depigmentasi pada kulit dan bulu.
Bahan pakan seperti tepang daging, tepung ikan, kacang tanah, biji bunga matnhari, gabah, beras, dan jagung merupakan sumber asam pantotenat yang dapat kita berikan khasusnya bila burung menunjukkan kekurangan vitamin ini.

Nasin

Nasin berfungsi dalam pemindahan energi serta memelihara kesehatan alat pencernaan dan susunan saraf. Kekurangan vitamin ini akan menimbulkan penyakit pelagra, dermatitis, diare. nafsu makan hilang, berat badan turun, dan muntah.

Untuk memenuhi kebutuhan niasin, burung dapat diberi pakan dari tepung daging, kacang tanah, kedelai, biji bunga matahari. gabah, beras, dan jagung.

Marmin B6

Vitamin B berperan sebagai enzim dalam metabolisme protein, produksi antibodi, dan lain-lain. Kekurangan vitamin ini akan berakibat daya tetas telur rendah, nafsu makan turun. kejang-kejang, mudah kaget dan stres, sel darah merah dan kadar Hb rendah, serta burung terlihat pucat.

Pakan sumber vitamin B6, antara lain gabah padi, millet, jawawut, dan jagung.

Biotin

Biotin berfurgsi dalam susunan enzim yang bekerja dalam proses pembuatan lemak dan beberapa asam amino. Kekurangan biotin ditandai gejala bulu jelek dan rontok, telapak kaki kasar, tebal, retak – ratak dari kadang – kadang berdarah, dan kerusakan peda susunan saraf.
Menir, jagung, kacang tannh, kedelai, dan biji bunga matahari merupakan sumber biotin.

Asam folat

Asam folat diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan vitamin ini ditandai adanya gangguan pada pertumbuhan tubuh, bulu, dan pimentasi bulu.
Pakan sumber asann folat antara lain gabah, biji kenari, jagung, jewawun, dan sayuran hijau.

Vitamin B12

Vitamin B12, berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Kekurangan vitamin ini akan menurunkan daya tetas telur, bulu tumbuh kurang baik gangguan saraf, dan gang- guan pertumbuhan tulang.
Sumber vitamin B12 antara lain tepung tulang, tepung daging, dan tepung ikan.

Vitamin C

Vitamin C berfungsi dalam pembentukan dan pemeliharaan suatu zat dalam tulang dan jaringan lunak serta dapat pula sebagai katalisator jaringan yang membantu dalam proses penyembuhan. Kekurangan vitamin C ditandai dengan gejala skorbat dan pendarahan di seluruh tubuh. Pekan yang mengandung vitamin C antara lain pepaya, pisang, dan sayuran hijau.

5. Mineral

Kebutuhan akan mineral tidak kalah pentingnya dengan semua zat gizi di atas. Mineral makro dibedakan menjadi dua golongan, yaitu minereal makro dan mikro. Mineral makro dibutuhkan relatif lebih banyak daripada mineral mikro. Yang termasuk mineral makro adalah kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kaliam, klor, dan bekarang. Adapun besi, tembanga, yodium, kobalt, seng, mangan, selenium, molibdentari, dan termnntuk mineral milkro

Secara umum mineral berfungsi memelihara kondisi tubuh, memelihara cairan tubuh, menjaga kesehatan saraf dan otot, mengatur proses metabolisme tubuh, mengatur keseimbangan kandungan asam dan basa dalam tubuh, dan sebagai unsur pembentuk tulang. Bagi burung, kegunaan mineral lebih khusus lagi, yaitu untuk memelihara kesehatan tulang dan bulu, menambah nafsu makan dan menghindari kanibalisme anterburung.

Kalsium(Ca) dan fosfor (P)

Kedua unsur ini sangat menentukan dalam proses pembentukan tulang dan telur. Selain itu, juga berfungsi dalam metabolisme karbohidrat kalsium dan fosfor turut serta membentuk bagian-bagian penting dan sel hidup. Burung yang kekurangan kalsium dan fosfor akan memperlihatkan gejala nafsu makan menurun, pertumbuhan terganggu, terjadi pelunakan tulang (osteoporosis), dan bentuk tulang tidak normal (rakhitis). Kedua unsur ini dapat kita penuhi dengnn tepung tulang, tulang cumi, kulit kerang, dan kacang tanah.

Netrum (Na) dan klor (Cl)

Unsur netriurm berfungsi dalam metabolisme tubuh dan berperan dalam mengatur keseimbangan kondisi asam-basa dan tekanan dalam sel. Kebutuhan natrium dan klor dalam pakan berkisar antara 0,5 – 1% dari jumlah pakan yang diberikan. Kelebihan unsur ini dapat mmenurunkan pertumbuhan dan merusak ginjal. Apabila kekurangan, burung akan kehilangan nafsu makan, bulu terlihat kasar, dan badan tidak sehat. Tepung ikan dan tepura tulang merupakan sumber kedua ursur ini.

Magnesium (Mg)

Unsur ini sebagian besar terdapat dalam tulang dan sedikit terdapat dalam cairan dan jaringan tubuh Ininnya. Selain berperan dalam pembentukan tulang, magnesium juga berperan dalam metabolisme karbohidrat. Magnesium pun merupakan mineral penting dalam menggerakkan fungi sel saraf, kekurangan magnesium mengakibatkan pertumbuhan menjadi lambat, lesu, dan napas tidak teratur. Tepung tulang, tepung daging, kedelai, dan biji bunga matahari merupakan sumber ursur magnesium.

Besi (Fe)

Unsur ini berperan dalam proses pembentukan sel darah merah. Besi diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit dibandingkan mineral lainnya. Walaupun demikan, kekurangan unsur ini dapat menyebabkan burung mengalami kekurangan darah yang ditandai dengan warna kulit burung tampak pucat.
Pada burung hias akan teradi penurunan pigmen (depigmentasi) pada bulu – bulunya. Sumber unsur besi antara lain tepung darah, tepung daging, telur, dan bayam.

Yodium (I)

Unsur ini dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin, kekurangan yodium antara lain menyebabkan menurunnya daya tetas telur akibat banyaknya kemasan embrio di dalam telur.

Yodian dapat dipenuhi dari garam dapur yang telah diparkaya dengan unsur lain. Akan tetapi, pemberian garam dapur dalam pakan jangan berlebihan dan harus hati – hati karena dapat keracunan.

Seng (Zn), tembaga (Cu), dan mangan (Mn)

Ketiga unsur ini merupakan mineral penting yang membantu proses metabolisme tubuh. Walaupun demikian, fungsinya yang spesifik belum diketahui secara pasti. Kekurangan seng dapat menyebabkan pertumbuhan burung menjadi terganggu, bulu bulu tumbuh kurang baik, sendi lutut membesar, tulang-tulang kali menjadi panjang, dan sayap memendek serta menebal.

Kekurangan tembaga ditandai dengan terjadinya pertumbuhan yang terlambat, anemia, diare, dan gangguan pada pembentukan tulang serta depigmentasi bulu bulu yang berwarna. ketiga unsur ini dapat bersumber dari tepung daging, tepung ikan, gabah padi, kacang tanah dan sayuran hijau.

Dalam hal vitamin atau mineral kita dapet menambahkan kekurangannya dengan tablet yang banyak dijual di apotek dan toko obat. Pemberianya kita lakukan melalui air minum maupun dengan mencampurkarunya ke dalam pekan. Bau vitamin sering kal mengakibatkan burung malas minum dan makan pakan yang telah dicampur tadi. Kita perlu mengubah cara pemberianya, misalinya kita tumbuk tablet vitamin hingga halus lalu menyisipkannya ke dalam pakan sehingga keberadaannya tidak diiketahui burung.

6. Air

Air merupakan bagian tubuh hewan yang terbesar dan penting. Dalam tubuh air berfung sebagai komponen penyusun darah dan cairan Iimfa vang merupakan organ vital dalam proses kehidupan, sebagai media pengangkut zat – zat makanan dalam proses metabolisme, sebagai bahan pelembut, bahan makanan sehingga mudah dicerna oleh tubuh, dan sebagni stabilisator suhu.

Kekurangan air di dalam tubuh burung menyebabkan serangan dan gangguan proses proses vang berkaitan dengan fungsi air tersebut. Secara umum akan memperlihatkan gangguan pada pertumbuhan dan kesehatan burung.

Burung mendapatkan air dari air minum yang disedinkan dan dari air yang terkandung dalam pakan yang cukup baik.

Pakan Burung