Singkatan – singkatan dalam pertanian dan istilah – istilah pertanian

ID 1320

Agrotani.com – Ada beberapa Singkatan – singkatan dalam pertanian dan istilah – istilah pertanian untuk menjadi petani dan menjadi penyuluh. Memang istilah ini tidak terlalu populer di kalangan petani namun kamu harus mengenalnya untuk menjadi petani terpelajar atau menjadi penyuluh pertanian. Saya juga sudah memberikan beberapa hal dan peran penting untuk menjadi penyuluh.

Sesuai kebutuhan teknis fungsional, Penyuluh Pertanian di tingkat kabupaten terbagi menjadi:

  1. Kelompok Penyuluh Pertanian Urusan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian.
  2. Kelompok Penyuluh Pertanian Urusan Pengembangan Agribisnis.
  3. Kelompok Penyuluh Pertanian Urusan Peningkatan Ketahanan Pangan.

Tingkat Lapangan


Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/Unit Penyuluhan Pertanian (UPP) adalah wadah koordinasi Penyuluh Pertanian di tingkat kecamatan, merupakan instalasi Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketatranan Pangan.

Wilayah Binaan Penyuluhan Pertanian


Wilayah Binaan Penyuluhan Pertanian adalah wilayah kerja seorang Penyuluh Pertanian yang terdiri atas satu kesatuan lahan usahatani berbasis agribisnis (komoditas tanaman pangan, etemakan, perikanan) dibatasi oleh wilayah administrasi 2-3 desalkelurahan yang mempunyai arakteristik lahan usahatani berwawasan agribisnis yang relatif sama.

Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Koperasi Pertanian dan Asosiasi Petani

a. Kelompok Tani


Kumpulan para petani yang bersifat non formal dengan jumlah nggota 20-30 orang yang mempunyai latar belakang sosial ekonomi, tujuan, masalah, kebutuhan dan kesenangan yang relatif hampir sama terbentuk secara luwas dan wajar berdasarkan keakraban dan keserasian dalam memanfaatkan sumber daya pertanian untuk bekerja sama meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan dipimpin oleh seorang kontak tani.

b. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)


Kumpulan atau penggabungan dua atau lebih kelompok tani yang mempunyai kepentingan dan komoditas usahatani sama, dengan tujuan meningkatkan kerjasama usaha untuk skala ekonomi yang lebih besar dan meningkatkan posisi tawar kelompok tani.

c. Koperasi Pertanian (Koptan)


Kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang sudah memiliki kemampuan yang tinggi dan telah mampu mengelola usahatani secara komersil serta memerlukan bentuk badan hukum untuk mengembangkan usahanya ditingkatkan jadi bentuk organisasi formal dan berbadan hukum sesuai kesepakatan anggotanya.

d. Asosiasi Petani


Kumpulan petani yang sudah mengusahakan satu atau kombinasi beberapa komoditas pertanian secara komersial.

Kontak Tani, KTNA, Kelompok KTNA dan Ahli Andalan


Kontak Tani adalah seorang petani teladan yang mempunyai ciri-ciri/sifat-sifat : petani pemilik/penggarap, menjadi panutan/teladan, berpengaruh positif khususnya dalam bidang pertanian, menjadi ketua kelompok tani atau mantan ketua kelompok tani, terhadap lingkungannya, inovatif, mau berkorban baik moril maupun materil,
berpandangan positif, mau membantu pemerintah secara sukarela

KTNA


KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) adalah kontak tani-nelayan yang dapat diandalkan dan dipilih secara periodik menurut kesepakatan dari dan oleh para kontak tani dalam satu desa, untuk mewakili aspirasi petani-nelayan dalam forum dan atau kelembagaan di tingkat desa/kelurahan maupun di tingkat wilayah yang lebih tinggi (kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional).

Kelompok KTNA


Kelompok KTNA adalah kumpulan para KTNA pada tingkat wilayah kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan nasional, sebagai ‘wadah musyawarah para petani-nelayan serta mitra pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan petani-nelayan di tingkat wilayah yang bersangkutan.

Ahli Andalan


Ahli Andalan adalah tokoh masyarakat yang mempunyai keahlian dalam
bidang pertanian, yang dipilih oleh suatu kelompok KTNA sebagai
pendamping kelompok KTNA tersebut.

Mimbar Sarasehan dan Rembug Kelampok KTNA


1. Mimbar Sarasehan adalah forum konsultasi antara petani-nelayan dengan pemerintah untuk menyepakati berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan pertanian, dimana petani-nelayan diwakili oleh KTNA dan Ahli Andalan, sedangkan pemerintah diwakili oleh pejabat lingkup pertanian dan instansi terkait.

2. Rembug Kelompok KTNA adalah pertemuan para anggota kelompok KTNA di setiap tingkatan wilayah untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan para petani- nelayan dalam pembangunan pertanian.

Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani

Petani tidak semua mengetahui bagaimana peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani. Dari beberapa hal yang harus kita kerjakan untuk membuat hal itu terjadi maka kita harus mengenal fungsi dan polanya.

Pelajaran Berikutnya

Penyuluh Pertanian