Prospek Budidaya Ikan Laut

ID 1325

Agrotani.com – Dari kajian PBB (FAO) dan Bank Dunia yang di terbitkan pada akhir tahun 2008 dengan judul “The Sunken Billions the Economic Aastitication for es Reform” menyebutkan dunia menderita kerugian sekitar US $ 50 miliar setiap tahun di sektor perikanan laut (perikanan tangkap) akibat keburukan manajemen, inefisiensi, dan kelebihan tangkap (over fishing). Laporan hasil kajian tersebut mengingatkan, jika perikanan laut dikelola dengan benar, maka kerugian tersebut dapat dibalikkan menjadi keuntungan ekonomi kelanjutan bagi jutaan nelayan dan masyarakat pesisir.


Penyebab utama keragian adalah merosotnya stok ikan Menurut FAO, lebih dari 75% stok ikan dunia sudah dieksploitasi penuh (full fiching)  atau malah over exploited (over lishing). Hasil evaluasi FAO berdasarkan rasio produksi dengan potensi lestari MSY (Maximum sustainable Yield) atau rasio produksi dengan MLTAY (Maximum Long-term Average Yield), dari 16 wilayah perairan laut, 4 wilayah perairan telah mencapai puncak pemanfaatan sumber dayanya 8 perairan lainnya telah dimanfaatkan sekitar lebih dari 70%, sementara 4 perairan lainnya telah dimanfaatkan antara 10 % hingga 50% (FAO,  2000).


Prospek Budidaya Ikan Laut


Produksi perikanan dunia (Dalam jumlaha ton)

Produksi 2004 2005 2006 2007
Perikanan tangkap 94 93 91 91
Perikanan budi daya 46 48 50 52
Total 140 141 141 143

Sumber : Warta pasar ikan, januari 2008

Studi-studi FAO juga mengungkapken bahwa produksi produksi ikan dunia cenderung stabil atau meningat dengan persentase yang sangat kecil. Yaitu sekitar 1,5% per tahun selama lima tahun terakhir. Produksi basil perikanan dari kegiatan penangkapan di laut justru menunjukkan gejala mulai menurun, yaitu dari 84,7 juta ton pada tahun 1994 menjadi 84,1 awal 2000-an, namun terjadi penurunan produksi kembali pada pertengahan tahun 2000-an.


Kestabilan produksi ikan dunia lebih disebabkan kontribusi positif dari kegiatan akuakultur yang meningkat sekitar 10% per tahun pada tahun 1994-1999, dari sekitar 20,8 juta ton pada tahun 1994 menjadi 32,9 juta ton pada tahun 1999 dan tahun 2007 telah mencapai 52 juta ton.


Makin sedikit ikan yang bisa ditangkap, maka makin besar ongkos untuk menjelajah, mencari,  dan menangkap ikan. Karena terjadi kelebihan kapasitas armada, menjadikan investasi mubazir dan pemborosan ongkos operasional. Pembangunan armada baru, pemanfaatan peralatan reknologi yang lebih canggih malah menambah pencemaran dan penciutan habitat ikan serta menurunkan ketersediannya di seluruh wilayah perairan dunia Menurut Kieran Kelleher,  Ketua Tim Perikanan Bank Dunia bahwa terjadi kelebihan kapasitas yang masih pada armada perikanan global.


Ramalan FAO dan Bank Dunia mengenai kerugian yang mencapai US $ 50 miliar yang hilang setiap tahun tersebut adalah ramalan konservatif tidak termasuk penangkapan ikan untuk rekreasi dan pariwisata, serta kerugiaa akibat pencurias atau penangkapan ikan secata ilegal (illegal, unrepurted and unnagulared fishing/IUU). Padahal negara-negara pantai, seperi Indonesia,  tidak memiliki cukup armada untuk menjaga perairannya. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan ikan besar untuk melakukan penangkapan ikan secara besar besaran dan secara ilegal tanpa mengindahkan keseimbangan ekosistem.

Berikut ini adalah beberapa Peluang usaha untuk ikan laut yang bisa anda kembangkan :

  1. Peluang Usaha Untuk Produksi Umpan Ikan Laut

  2. Peluang Usaha Ikan Laut Untuk Produksi Indukan

  3. Peluang Usaha Ikan Laut Untuk Ekspor

  4. Peluang Usaha Produksi Ikan Konsumsi Air Laut

  5. Produksi ikan hias dari laut

Agribisnis