Presiden Jokowi Terus Membangun Infrastruktur Pertanian Tahun 2017

ID 484

Agrotani.com – Pemerintah seperti tidak ada lelahnya untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Mungkin pengembangan untuk pertanian yang semakin maju akan segera tercapai. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier sudah mulai dilakukan untuk pelaku utama. Tujuan utama yang dilakukan adalah agar memadainya air untuk pertanian.

“Pertanian itu kuncinya di air, kalau airnya enggak ada darimana kita mau menanam?” kata Presiden Joko Widodo pada saat membuka Pekan Nasional Petani Nelayan ke-15 Tahun 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Sabtu (6/5).

 

Sedikitnya ada 49 waduk besar yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke yang mulai dibangun oleh pemerintah. “Banyak sekali, banyak sekali tapi yang paling banyak di Nusa Tenggara Timur karena di situ sangat membutuhkan sekali,” ujar Presiden.

Bukan hanya itu Presiden Jokowi langsung memerintahkan pada Menteri Pertanian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membangun embung-embung kecil. “Target kita tahun ini 30.000 embung harus jadi,” ucapnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjanjikan bahwa pembangunan irigasi sekunder dan tersier akan tuntas tahun ini.

“Bagaimana masalah irgasi sekunder tersier? Menteri Pertanian menyampaikan sampai saat ini sudah mencapai 3 juta hektare, betul Pak Menteri? Saya belum menghitung, Pak Menteri sudah menghitung. Kalau kurang…awas!” kata Presiden yang disambut tepuk tangan.

Mencari tanaman unggulan


Presiden Jokowi menegaskan pada kepada gubernur, walikota, dan bupati untuk mencari tanaman unggul, dan jangan terpaku paku pada tanaman tertentu saja. Tujuan pada tanaman unggul agar bisa meningkatkan harga jual yang tinggi.

Kakao dan kopi adalah contoh dari komoditas yang memiliki harga jual yang baik. Untuk kakao misalnya, permintaan di dalam negeri tinggi tapi suplainya masih kurang. “Kopi harganya juga naik terus,” ucap Presiden.

Jokowi bercerita pengalamannya saat tinggal di Aceh dimana hampir setiap pagi menikmati kopi gayo. “Karena kopi gayo enak sekali,” ucap Presiden.

Tampak mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Pemerintah Pertanian