Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Udang Windu

Budiaya Udang Organik secara Polikultur


Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, permintaan akan produk-produk organik seperti udang, bandeng, dan rumput laut pun ikut meningkat. Produk organik diperoleh dari sistem budidaya yang menggunakan metode bebas bahan kimia atau bahan tambahan lain yang dapat berakibat pada terkontaminasinya produk oleh senyawa kimia yang berbahaya.


Oleh sebab itu, produk organik sangat mendapat tempat dalam daftar permintaan konsumen yang cukup tinggi. Dalam sistem organik, tidak digunakan pakan tambahan selain pakan alami. Kalaupun diberikan pakan tambahan, pakan harus menimpa pakan organik. Produk pakan organik bersertifikat masih diproduksi oleh Belanda dan belum tersebar secara meluas. Oleh karena itulah, produk udang organik masih sangat terbatas. Namun,keterbatasan jumlah tersebut diikuti oleh harga yang sangat tinggi. Untuk kasus harga yang berlaku di Babelan, Bekasi (tahun 2006),harga udang windu organik mencapai Rp 70.000,00/kg. Keistimewaan bagi udang organik diberikan sesuai ketentuan internasional yang mewajibkan penambahan harga sebesar US $ 12 untuk setiap transaksi udang organik per kilogramnya. Sementara itu,sistem polikultur mulai diminati oleh para petambak. Hingga saat ini, tambak budidaya udang organik telah tersebar di daerah Bekasi Jawa Barat), Brebes(Jawa Tengah),dan Sidoarjo(Jawa Timur.


Di Sidoario saja,pola tambak organik telah dimulai pada tahun 1997 dengan luasan 100 ha dan telah mendapat pengakuan secara internasional pada tahun 2002.Melihat pasaran udang organik di dunia cenderung tanpa batas, perluasan tambak udang organik mulai dipacu sejak tahun 2006.Saat ini(tahun 2016),tambak udang organik akan diperluas dari 500 ha menjadi 8.157 ha,tahun 2007 seluas l0587 ha, tahun 2008 seluas 13313,dan tahun 2009 menjadi 42.8lo ha dengan produksi minimal 50.200 ton atau senilai Rp 25 miliar, kemudian di tahun 2017 dan 2018 kedepan tentu akan kemungkinan naik. Hal ini dirasakan sangat wajar karena Indonesia telah didahului oleh beberapa negara seperti Vietnam dalam menggalakkan budidaya udang organik.


Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Udang Windu


Keinginan petambak untuk mengaplikasikan pola budidaya organik secara polikultur sangatlah wajar. Dapat dibayangkan, bila dengan sistem monokultur, petambak hanya dapat memanen satu produk perikanan dalam satu musim. Namun, dengan polikultur, hasil panen dalam satu lahan akan bertambah.


Jika anda memiliki lahan luas dan mengembangkan secara serius tentu ini menjadi peluang usaha yang sangat besar. Dengan pemanfaatan lahan berluasan sama, anda dapat menambah penghasilannya dari panen produk lain. Hal ini tentu saja sangat membantu peningkatan penghasilan petambak konsumen akan produk organik lainnya juga dapat dipenuhi secara nyata. Dalam hal ini, polikultur yang akan dijelaskan membahas produk tambak yaitu antara udang windu, bandeng, dan rumput laut dari jenis gracilaria. Ketiga produk ini menjadi pilihan karena ketiganya mempunyai sifat yang relatif sama, yaiti bersifat euryhalin, yaitu tahan pada tentang salinitas, pH, dan suhu yang cukup jauh.


Upayakan dalam berbudidaya anda harus menguasai seluruh pasaran dan pintar dalam melihat peluang pasaran. Konsumen tentu sudah pintar dalam memilih produk mana yang berkualitas tinggi dan ini menjadi dayatarik anda apabila anda bisa memenuhi keinginan mereka.


Ikuti pembahasan ini anda baru menyelesaikan 12% dari total budidaya udang windu.

40% Complete (success)

Baca juga :

BAB 1 Udang Windu

Cara budidaya udang windu secara polikultur

Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Udang Windu

Udang