Perhitungan Agribisnis Buruh 1% VS Pemilik 90%

ID 1780

AGROTANI.COM – Golongan 90 % adalah mereka yang berpendapatan dari hasil usaha sendiri. Sedangkan golongan 1 % adalah mereka yang berpendapatan dari hasil jasa yang dikorbankan dalam faktor-faktor produksi, sebagai tenaga kerja yang dibayar oleh golongan 90%. Selanjutnya golongan 9% adalah mereka yang bekerja berdasarkan keterampilan(skill dalam menguasai akal) teknologi seperti konsultan teknis, dokter spesialis, legal, dan akuntan publik.

Total rezeki halal yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah 100%, yang dibagi 3(tiga) kepada golongan, yaitu golongan 90% adalah golongan swasta wiraswasta, 9 % jasa konsultan(advokasi), dan 1% adalah tenaga kerja orang yang digaji oleh golongan 90%.

Contoh perhitungan pendapatan pengusaha tambak udang intensif di Desa Garongkong Kecamatan Bamu sebuah desa pesisir pantai di Kabupaten Banru, Sulawesi selatan.

Apabila pendapatan bersih Rp. 216.000,00 dan karyawan 10 orang bekerja( 10 OB ), untuk total tenaga kerja memperoleh hasil setiap orang hanya Rp. 3.240.000.00 selama 4 bulan, satu siklus produksi udang.

Hasilnya per tenaga kerja memperoleh 10% / 10 x 1% = 1% sebesar Rp. 810.000/bulan. Apabila dibandingkan dengan pemilik usaha yang mendapatkan Rp216.000.000,00, pendapatan rezeki halal yang diterima oleh majikan dengan buruh tambak sangat jauh berbeda, walaupun mungkin pen- didikannya lebih tinggi dari pengurus usaha tambak tersebut.

Kesimpulannya adalah pemilik sumber daya mendapat 90% dan tenaga kerja mendapat 1%. Lalu siapa yang masuk dalam golongan 9%? Sebenarnya mereka bukanlah tenaga kerja tak langsung, tetapi mereka yang berusaha sebagai konsultan (jasa) yang memberikan advokasi di segala bidang. misalnya tenaga ahli dokter spesialis, pengacara hukum dan konsultan manajemen keuangan (akuntan publik).

Entrepreneur Penyumbang Terbesar Pendapatan Nasional Indonesia

Dalam metode perhitungan pendapatan nasional (Income Approuch), nilai pendapatan perekonomian sebagai nilai total balas jasa adalah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.

Referensi

Pasaribu H. Musa Ali. Kewirausahaan Berbasis Agribisnis . 2012. – Ed. I. – Yogyakarta, ANDI

Perhitungan Agribisnis