Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani

Agrotani.com – Petani tidak semua mengetahui bagaimana peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani. Dari beberapa hal yang harus kita kerjakan untuk membuat hal itu terjadi maka kita harus mengenal fungsi dan polanya. Sesungguhnya pertanian bisa kita tingkatkan dengan menggunakan kinerja yang bagus dari peran penyulunya. Berikut ini adalah pola cara-cara penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten setempat di seluruh Indonesia yang terdiri atas rangkaian kegiatan subsistem pertemuan koordinasi/pelatihan di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian  BPP)/unit Penyuluhan Pertanian (UPP), susbsistem pelayanan konsultasi, fasilitasi dan supervisi penyuluhan pertanian ke tingkat lapangan (KOPELSI).

Subsistem Pertemuan Koordinasi/Pelatihan


Subsistem Pertemuan Koordinasi/Pelatihan merupakan kegiatan pertemgan bagi para Penyuluh Pertanian dan  inas/instansi/lembaga terkait di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/unit Penluluhan Pertanian (UPP) dengan  rekwensi waktu setiap dua minggu sekali, dan atau lebih sesuai dengan kebutuhan, bertujuan:

  • Penyampaian informasi kedinasan baik dari tingkat kabupaten ke tingkat kecamatan maupun dari tingkat kecamatan ke tingkat kabupaten atau dari dinas/instansi/lembaga terkait dengan lembaga/pelaku agribisnis.
  • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi para penyuluh pertanian dan para pelaku agribisnis terhadap perkembangan teknologi pertanian dan program-program pembangunan pertanian.
  • Pemecahan masalah-masalah usaha tani berwawasan agribisnis yang timbul di tingkat lapangan.
  • Terjalinnya komunikasi antar dinas/instansi/lembaga terkait dengan para Penyuluh Pertanian dan para pelaku agribisnis, sehingga kegiatan ini juga berfungsi sebagai pertemuan koordinasi (konsultasi, fasilitasi dan supervisi).

Subsistem Pelayanan Konsultasi dan Fasilitasi


Subsistem Pelayanan Konsultasi dan Fasilitasi merupakan implementasi sebagian tugas pokok dan fungsi penyuluh pertanian.

  • Merupakan kegiatan penyuluh pertanian melayani sasaran penyuluhan pertanian.
  • Sasaran penyuluhan pertanian adalah petani dan keluarganya, Kontak Tani, tabungan Kelompok rani, Koperasi pertanian, Asosiasi petani, KTNA, Kelompok KTNA dan masyarakat pertanian pelaku agribisnis.
  • Maksud Pelayanan Konsultasi dan Fasilitasi adalah upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan terhadap teknologi, sosial dan ekonomi usahatani yang berwawasan agribisnis.
  • Tujuan Pelayanan Konsultasi dan Fasilitasi adalah terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan dari sasaran penyuluhan pertanian terhadap teknologi, sosial dan ekonomi usahatani yang berwawasan agribisnis.
  • Waktu Pelayanan Konsultasi dan Fasilitasi dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sasaran yang terjadwal dan berkelanjutan.

Subsistem Supervisi penyuluhan pertanian


  1. Kegiatan supervisi merupakan aspek pengendalian, pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat lapangan.
  2. Kegiatan Supervisi dilaksanakan dari tingkat kabupaten ke tingkat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/Unit Penyuluhan Pertanian (Upp) kecamatan ke tingkat lapanganlke tingkat wilayah binaan.
  3. Materi supervisi adalah aspek manajemen dalam pelaksanaan sistem kerja penyuluh pertanian yang tidak tertuang dalam program penyuluh pertanian. Program kerja penyuluh pertanian dan jadwal kerja penyuluh pertanian.
  4. Kegiatan supervisi terjadwal, teratur dan berkelanjutan.

Selanjutnya

Dari awal tahun 2018 sudah terlihat bagaimana perubahan yang sudah terjadi di pertanian. Hal ini sangat berdampak sekali pada kelangsungan masadepan pertanian yang ada di indonesia. Kita membutuhkan generasi muda yang akan melanjutkan bagaimana pertanian yang lebih baik dari sebelumnya.

Lanjut Belajar