Penyakit Tanaman Nilam dan Cara Pengendaliannya

ID 29

Agrotani.Com – Penyakit tanaman nilam yang sangat perlu diwaspadai, karena dapat menurunkan produksi dan mutu minyak adalah sebagai berikut :

  1. Penyakit layu bakteri

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri Ralstonia solanacearum dan umumnya timbul karena bibit yang digunakan sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Kerugian hasil akibat layu bakteri diperkirakan dapat mencapai 60% – 95%. Gejala awal serangan penyakit berupa salah satu daun pucuk layu dan diikuti dengan daun bagian bawah. Setelah terlihat gejala lanjut dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman akan mati dalam waktu 7 – 25 hari.

Jaringan akar dan batang tanaman yang terinfeksi membusuk, dan warna agak hitam. Irisan batang berwarna coklat kehitam­hitaman sepanjang jaringan cabang yang layu.

Bila bagian cabang yang layu dipotong akan terlihat lendir berwarna seperti susu, begitu juga bila direndam dalam air bersih.

penyakit tanaman nilam

Cara pengendalian :

  • Sanitasi dan eradikasi (pemusnahan) untuk mengurangi inokulum (sumber penyakit).
  • Memberakan Iahan yang sudah terinfeksi bakteri selama 2-3 tahun dan mencabut tanaman terserang serta membakar atau menguburnya.
  • Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang bakteri layu seperti padi dan jagung.
  • Memperbaiki saluran drainase pada waktu curah hujan tinggi.
  • Menggunakan bibit yang berasal dari tanaman sehat pada kebun yang belum terserang penyakit layu.
  • Menggunakan pestisida untuk mencegah penularan.
  • Menanam varietas toleran seperti sidikalang.

  1. Penyakit Budok (Hoprosep)

Penyebabnya adalah virus. Gejala penyakit terlihat pada batang yang membengkak, menebal dan daun yang berkerut keriting dan tebal, dengan permukaan bawah berwarna merah, permukaan atas daun menguning karena kekurangan unsur hara.

Terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen.

Penyakit ini tidak sampai mematikan tanaman secara total, tetapi menyebabkan produksi dan mutu daun merosot, bahkan tidak dapat dipanen secara ekonomis.

Cara pengendalian:

  • Teknik budidaya: sanitasi kebun, alat-alat kerja steril, pengolahan tanah yang baik serta budidaya nilam secara menetap, penggunaan bibit yang sehat, penggunaan mulsa (jerami padi, ampas nilam atau alang-alang), pemberian pupuk kandang dan abu sekam (10 ton/ha).
  • Kimiawi: dengan pestisida lengkap (Agrep + Cobox + Curater + Azodrin).

  1. Penyakit yang disebabkan oleh nematoda

Kerusakan akar yang disebabkan oleh nematoda menyebabkan daun kekurangan suplai daun, sehingga stomata menutup, hal ini mengakibatkan laju fotosintesa terhambat. Ada beberapa jenis nematoda yang kerapkali menyerang tanaman nilam antara lain Meloidogyne incognita, Pratylenchus brachyurus.

Gejala serangan nematoda terutama nampak pada warna daun yang berubah menjadi kecoklatan atau kemerahan. Selain itu, perlu diperhatikan tanaman inang yang telah ada di lokasi sebelum dipergunakan untuk menanam nilam. Tanaman inang nematoda antara lain : pisang, jahe, tomat, kacang tanah dan lain-lain

Serangan nematoda ini dapat ditanggulangi dengan cara menggunakan varietas yang tahan/toleran atau bisa juga dengan menggunakan musuh alami hayati Seperti : Arthrobotrys sp., Pasteuria penetrans, jamur penjerat nematoda. Dan bisa juga dengan menggunakan pestisida nabati nematisida, dan budidaya dengan menggunakan pupuk organik.

Tanaman Nilam