Pengertian Dan Penjelasan Pertanian Hidroponik

ID 3823

Hidroponik

AGROTANI.COM – Pertanian hidroponik didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanaman berasaskan daur ulang hara secara hayati.  Daur ulang hara dapat melalui limbah tanaman dan ternak,  serta limbah lainnya memperbaiki status kesuburan dan yang mampu 52 struktur tanah.  Daur ulang hara merupakan teknologi tradisional yang sudah cukup lama dikenal sejalan dengan berkembang peradaban manusia,  terutama di daratan China.

Pengertian Dasar Pertanian Hidroponik

Pakar pertanian Barat menyebutkan, bahwa sistem pertanian hidroponik merupakan “hukum pengembalian (low ofreturn)” yang berarti suatu sistem yang berusaha untuk mengembalikan semua jenis bahan hidroponik ke dalam tanah,  baik dalam bentuk residu dan limbah pertanaman maupun ternak yang selanjutnya bertujuan memberi makanan pada tanaman, Filosofi yang melandasi pertanian hidroponik adalah mengembangkan prinsip-prinsip memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman(feeding the soil that feeds the plants),  dan bukan memberi makanan langsung pada tanaman.

Von Uexkull (1984)  memberikan istilah “membangun kesuburan  tanah”.  Strategi pertanian hidroponik adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman,  kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah yang selanjutnya setelah mengalami proses mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. Dengan kata lain,  unsur hara didaur-ulang satu atau lebih tahapan bentuk senyawa hidroponik sebelum diserap tanaman.  Hal ini berbeda sekali dengan pertanian konvensional yang memberikan unsur hara secara cepat dan langsung dalam bentuk larutan sehingga segera diserap la dengan takaran dan waktu pemberian yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Kegunaan Budi Daya Hidroponik


Kegunaan budidaya hidroponik pada dasarnya meniadakan atau membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budi daya di kimiawi pupuk hidroponik dan pupuk hayati berbagai keunggulan nyata dibanding dengan pupuk kimia. Pupuk hidroponik dengan ba sendirinya merupakan keluaran setiap budi daya pe pertanian,  sehingga,  merupakan sumber unsur hara makro dan mikro yang dapat dikatakan cuma-cuma.

Pupuk hidroponik dan pupuk hayati berdaya ameliorasiganda dengan bermacam-macam proses yang saling mendukung bekerjasama mengkonservasikan menyuburkan pe tanah dan sekaligus dan menyehatkan ekosistem tanah serta menghindarkan lingkungan. Negara-negara terjadinya pencemaran kemungkinan berkembang seperti sedang kehidupan Indonesia yang secara tradisional ekonomi,  sosial dan budaya bertumpu pada pertanian,  atau memperoleh inspirasi dari pertanian,  ekonomi untuk tinggal landas maka pembangunan memang harus bertumpu pada pertanian.

Industrialisasi tidak mungkin berhasil kalau pertanian tidak lebih dulu dimajukan dan didinamiskan (Noto Hadiprawiro,  1993)  Cukup banyak penelitian maupun praktek langsung yang telah dilakukan baik di kalangan lembaga perguruan tinggi,  lembaga penelitian,  masyarakat (LSM)  swasta,  lembaga swadaya tentang peranan bahan hidroponik terhadap produk!  tanaman maupun produktivitas tanah.

Penelitian dan praktek langsung yang telah dilaksanakan,  baik hanya menggunakan bahan hidroponik maupun dengan pupuk kimia dikombinasikan. Meskipun sistem pertanian hidroponik dengan keuntungan segala aspeknya jelas memberikan banyak kepada pembangunan pertanian rakyat dan penjaga lingkungan hidup,  termasuk konservasi sumber daya lahan,  namun penerapannya tidak mudah dan akan menghadapi banyak kendala Faktor-faktor kebijakan umum dan sosio-politik sangat menentukan arah pengembangan sistem pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi (Notohadiprawiro,  1992).

Referensi

Eko PW. 2006. Cara Membuat Pupuk Hidroponik. Jakarta. Dharma Utama Publishing.

Hidroponik