Cara Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai

Agrotani.com – Tanaman cabai bisa ditanam didataran tinggi dan dataran rendah namun dalam pemeliharaan atau budidaya tanaman cabai kita sering menemukan serangan hama dan penyakit yang menghambat pertumbuhan tanaman budidaya. Oleh karna itu kita harus mengetahui atau memahami cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tersebut.

Mengetahui Siklus Hidup Kutu Daun

Hama kutu daun berkembang biak dengan memperbanyak anaknya, karena hama tersebut bisa dikatakan parthe-nogenesis, sel telur menjadi individu baru tanpa membuahi. Kutu dewasa dapat melahirkan 50 anakan per minggu dan setelah 6-7 hari anakan tersebut tumbuh dan bisa digolongkan menjadi kutu dewasa. Kutu tersebut sudah bisa bertelur kembali embrio dan tubuhnya berkembang.

Serangan Kutu Daun Pada Tanaman


Kutu daun atau aphids sesuai namanya mereka menyerang daun dan pucuk daun pada tanaman cabai dan biasanya kutu daun menyerang pada musim kemarau pada suhu tinggi dan udara kering, penyerangan secara bergerombol dengan kelompoknya. Gejala yang terlihat pada daun yang terserang adalah, daun akan pengerut dan menegerinting pertumbuhan tanaman amat terganggu oleh hama tersebut.

Hama tersebut sering mengeluarkan cairan manis seperti madu untuk mendatangkan semut yang memakan cairan yang dikelurkan oleh kutu. Dengan datangkehadiaran semut secara tidak langsung aphids akan terlindungi oleh musih alami. Berbarengan dengan datangnya semut datang juga jamur atau cendawan yang berwarna hitam atau kehitam-hitaman yang sering disebut sebagai cendawan jelaga. Cendawan ini menghalangi sinar matahari dan susahnya tanaman untuk berfotosintesa dan lama kelamaan tanaman akan mati karna susahnya tanaman berkembang dan berfotosintesa. Hal ini terjadi pada tanaman cabai yang sudah terserang parah bagian klorofil (zat hijau daun) penuh ditumbuhi oleh cendawan dengan penutupan ini tanaman akan sangat mustahil untuk bertahan lama lagi jika tidak diobati.

Dan lagi-lagi si aphids ini atau kutu daun bukan hanya merusak, mereka menyebarkan virus yang sangat berbahaya untuk tanaman cabai yang kita tanam. Jadi jika anda kebingungan kenapa cabai anda gampang sekali terserang penyakit nah juragan aphids inilah biang keladinya. Anda harus tau betul hama ini karena sangat membahayakan tanaman cabai anda. Jika anda perhatikan dan lihatlah bagian badanya terdapat sayap yang kecil, dengan sayap ini memungkinkan untuk hama aphids atau kutu daun berpindah-pindah tempat dari tanaman yang satu ke tanaman yang satunya lagi. Tubuhnya sangat ringan sekali jadi ketika hama ini ingin berpindah tanaman mereka akan memanfaatkan angin sebagai media untuk berpindah tempat.

Sudah pasti jika kita amati hama jenis ini sangat efektif sekali dalam merusak, jadi penyebaran dan perusakan serta penyebaran virus dalam jumlah besar itu sangat mungkin sekali terjadi. Dalam budidaya jika saja rekan petani anda memiliki lahan yang sama dan sama-sama menanam cabai contohnya tanaman budidaya rekan petani anda terserang hama kutu daun, maka segera ambil tindakan perlindungan dan antisipasi. Walau jarak tanam dan lahan jauh bukan tidak mungkin hama ini menyerang pada tanaman cabai anda. Tidak butuh waktu lama penyebaran untuk berkembangbiak dan perusakan serta yang paling berbahaya penyebaran virus dilakukan oleh hama ini. Jadi hindari dari sebab dan kemungkinan yang memungkinkan serangan itu terjadi, dan kenapa saya menulis artikel ini dan sampai mengetahui sedalam ini, karena saya melihat tanaman cabai teman saya yang benar-benar habis terserang oleh aphids alias kutu daun dengan waktu yang tidak lama. Setidaknya membutuhkan 6-7 hari dampak serangannya dan 4-8 hari untuk melahap lahan setengah hektar. Ini kejam sekali bisa membangkrutkan petani, dan saya anggap hama aphids alias kutu daun ini pembawa maut bagi tanaman cabai !

Cara pengendalian


Cara pengendalian hama kutu daun biasanya saya menyemprotkan insektisida yang sistematik maupun insektisida yang kontak. Penyemprotan insektisida harus sesuai dosis atau anjuran yang ada dilabel masing-masing insektisida. Namun kita harus benar-benar memahami siklus hidup dari kutu diatas yang hanya memerlukan waktu 6-7 hari waktu kutu dewasa dan anakan. Penganjuran pemakaian atau penyemprotan agar selang waktu dilakuakan kurang dari tujuh hari. Namun misalkan dan mudah-mudah tidak terjadi pada anda, kalo hal-hal tersebut jauh lebih parah dari ambang ekonomi dan serangan semakin mematikan, maka anjuran pemakaina insektisida yang kita gunakan kurangi lagi dari yang biasanya 6-7 hari siklusnya maka ubah lah dengan mengurangi dari 7 hari menjadi 3-4, tentunya kita harus mengikuti masa siklusnya dan itu tergantu di lapangan.

Inilah jenis insektisida yang sering digunakan, selain tukuthion 500 EC, bisa juga digunakan Anthion 33 EC, Dekasulfan 350 EC, Dibrom 8 EC, Folithon 50 EC, karphos 25 EC, dan lain sebagainya.
Petani bisanya banyak yang menggunakan insektisida yang berbahan aktif Orthene 75 SP, Hostathion 40 EC dan Tamaron 200 LC.

Untuk anda petani cabai yang ingin mempelajari semua hal tentang cabai bisa ikuti forum kami yang baru dibuat, atau bisa mempelajari lewat rangkuman kami. *Lihat Rangkuman*

HamaTanaman Cabai