Pupuk Kentang

Pemupukan tanaman kentang, antara daerah yang satu dengan yang lain ternyata tidak sama. Misalnya, petani kentang di daerah sekitar Dieng, membuat takaran pupuk Urea 500 kg. TSP 300 kg, dan KCL 1.200 kg untuk per hektarnya. Kemudian daerah Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah memakai Urea 100-150 kg, TSP 100- 150 kg, dan KCI 100-150 kg. Daerah Pengalengan (Jawa Barat) menggunakan Urea 400-600 kg, TSP 300-600 kg, dan KCL 100 kg.

Adanya variasi pemberian itu karena kondisi tanah berbeda, seperti kesuburan tanah, pH tanah, dan struktur tanahnya. Pemberian pupuk tersebut, seperti NPK, Urea, ZA, TSP, KCL, dan pupuk organik dilakukan 20 hari sekali dengan pertimbangan sebagai berikat.

  • Setelah tanaman berumur 20-30 hari sejak bibit ditanam, mulai ada pembentukan umbi dan pada umur ini tanaman diberi pupuk NPK dengan perbandingan yang sama.
  • Menginjak umur 40-50 hari, mulai terjadi pembesaran umbi. Pada umur ini tanaman diberi pupuk yang kandungan NP-nya tinggi.
  • Umur 60 hari tanaman mengalami pembesaran optimal sampai umur 90 hari. Pada umur ini tanaman diberi pupuk yang kandungan PK-nya tinggi.
  • Umur 90-110 hari (tergantung dari varietas kentang) terjadi proses penuaan umbi dan umbi siap dipanen (setelah daunnya mengering semua). Karena itu, menginjak umur 80-90 hari, tanaman dibenrikan pupuk yang kandungan NP-nya tinggi

<< Lihat Tentang kentang lainnya

Tanaman Kentang

Pupuk Kentang,3.80 / 5 ( 5voting )