Peluang usaha ubi jalar dan kendala budidaya ubi jalar

ID 23

Sampai kini perkembangan ubi jalar di Indonesia belum memberikan. Produksinya cenderung stabil atau bahkan semakin menurun dari tahun ke tahun.

Pada tahun 1985 dan untuk tahun 2018 ini belum terdapat datanya, data BPS mencatat luas areal panen 265.000 ha dengan produksi 2,16 juta ton. Sebelas tahun kemudian (1996) luas panen menciut sampai 213.000 ha, tetapi produksi menjadi 2,0 juta ton. Tahun 2001 luas panen semakin susut menjadi 181.026 ha dengan produksi sebesar 1.749.070 ton.

Produksi ubi jalar tahun 2002 tercatat sebesar 1.771.642 ton dengan luas panen 177.276 ha dan produktivitasnya rata-rata 10,0 ton/ha. Produktivitas tersebut di berbagai daerah sangat bervariasi mulai dari 6,8 ton sampai 11,2 ton/ha.

Produktivitas ubi jalar Jawa Tengah (11,8 ton/ha), Jawa Barat (11,4 ton/ha), dan Jawa Timur (11,4 ton/ha) pada tahun 2002 rata-rata lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil produksi nasional (10,0 ton/ha).

Produktivitas ubi jalar masih dapat ditingkatkan tiga sampai empat kali lipat dari volume tahun 1992 (9,4 ton/ha) maupun tahun 2002 (10,0 ton/ha). Produktivitas yang rendah itu, menurut Balitkabi penyebabnya sebagai berikut.

Peluang usaha ubi jalar dan kendala budidaya ubi jalar

1. Petani masih banyak yang menggunakan varietas lokal karena kesulitan dalam mendapatkan bibit varietas unggul.
2. Input yang diberikan pada pertanaman rendah.
3. Petani urnumnya menggunakan bibit setekyang diambil dari pertanaman produksi sehingga hasilnya kurang bagus. Seharusnya bibit setek diambil dari tunas persemaian umbi.
4. Adanya gangguan hama boleng dan penyakit kudis.
5. Adanya hambatan non-biologis seperti kekeringan dan naungan.

Tanaman Ubi