DAFTAR
MASUK

Nilai exspor dan impor pertanian

Nilai exspor dan impor pertanian

Agrotani.com – Indonesia menjadi negara yang sangat baik sekali dalam hal kekayaan yang sangat potensial bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini jauh berbeda dengan negara lain yang tidak sekaya indonesia, dengan sumber daya hayati dan sumber daya alam yang sangat baik menunjukan indonesia mampu lebih maju dari negara lain. Keunggulan habitat tumbuh ini merupakan modal yang penting dalam menghadapi persaingan dalam perdagangan internasional. Kita memiliki kendala dalam modal dan masih rendahnya SDM pada masyarakat.

Dengan penanganan yang tepat dan didukung berbagai sarana yang terus disempurnakan, ketahanan panagan seperti sayuran buah – buahan dan bahan pokok lainya Indonesia akan mampu bersaing dengan negara tropis lainnya. Terutama negara-negara ASEAN Filipina, Malaysia dan Thailand. Perbedaan letak lintang merupakan suatu rahmat tersendiri bagi kita, sehingga musim buah kita berbeda waktunya dengan negara-negara ASEAN lain.

Perbedaan musim buah bi digunakan sebagai sarana pertukaran produk di kawasan AN dan negara tropis lainya. Letak Indonesia yang berada di 6 LU s/d 11 LS, dan 95 BT Md 141 BT mengindikasikan bahwa sebagian besar bebuahan kita dapat hadir sepanjang tahun, mengingat setiap derajat BT menyebabkan perbedaan wakh berbunga sekaligus musim berbuah. Dengan kata lain masim buah kita adalah all year round. Saat ini buah sudah menjadi komoditas perdagangan internasional yang tanpa batas.

Bebuahan subtropis bisa kita jumpai di pasaran lokat, demikian juga halnya dengan bebuahan tropis yang selalu ada dari waktu ke waktu. Pada tahun 2000 total produksi buah dunia tercatat sebesar 466,4 juta ton, sedangkan ketersediaan buah ditingkat ekspor sebesar 405 juta ton. Indonesia pada tahun 2000 telah sebanyak 301.455 ton yang berarti hanya isekitar 095 dari kuota ekspor dunia.

Jenis bebuahan di pasaran internasional tersebut antara lain pisang (5h), jeruk (24%) apel dan pour dan anggur buah eksotik buah batu sebesar (5 stroberi as) dan lain-lain. Pada tahun tersebut Indonesia mengimpor bebuahan sebesar 246.719 ton atau 0,6% dari total impor dunia. Negara importir bebuahan antara lain negara-negara Uni Eropa(43%).

Amerika Serikat (6%) Jepang (4 negara-negara bekas federasi Uni Soviet (5%), negara-negara Asia Tenggara (2%) dan lainnya 24% (Napitupulu, 2003) Masuknya bebuahan impor ke dalam negeri tidak bisa dihadang sepenuhnya mengingat keterbatasan iklim, teknik budaya serta aturan perdagangan global. Namun demikian. jumlah tersebut bisa dikurangi dengan penanaman jenis buah impor pada lokasi tertentu (umumnya di daerah pegunungan yang tinggi) serta meningkatkan mutu bebuahan itu sendiri.

Penanaman bebuahan subtropis tidak ditujukan untuk menghadang impor, namun cenderung untuk menguranginya demi mengurangi devisa negara yang mengalir luar negeri, yang pada tahun 1996 hingga 2001 rata-rata per tahunnya sekitar Rp. 1 trilliun.

Konsumen bebuahan impor berasal dari golongan masyarakat menengah ke atas yang rata-rata berpenghasilan cukup tinggi. Jumlah impor ini akan terus meningkat, mengingat mereka cukup uang dan mutu tinggi merupakan tuntutannya Pada Tabel 28 dapat dilihat perbandingan nilai ekspor dan impor buah selama 6 tahun, yaitu mulai tahun 1995 hingga 2001.

Dengan memperhatikan data tersebut, semakin jetas posisi bebuahan kita dibandingkan luar negeri. terlihat bahwa perbandingan rata-rata nilai ekspor dan impor bebuahan selama tahun 1996 hingga 2001 tidak seimbang. Nuai total ekspor kita hanya sekitar 43,8 juta dolar Amerika, sementara nilai impor sekitar 102,7 juta dolar. Namun demikian, ada sesuatu yang menarik dalam tabel tersebut nilai ekspor bebuahan olahan atau kering cukup tinggi, yaitu sekitar 3 kali nilai impor.

Pada tahun 2015 lalu pergerakan exspor dan impor pertanian di perhatikan oleh pemerintah secara mendalam demi terbentuknya kemandirian swasembada pangan. Pada tahun ini kita rasakan dampak dari perubahan pada sektor pertanian yang semkin maju, kita harus bekerjasama dengan masyarakat dan meningkatkan nilai produksi menghadapi pasar internasional, petani mau tidak mau harus berperan dan sebagai tokoh utama yang harus di fasilitasi guna meningkatkan indonesia yang semakin baik.

Atas dasar ini. produktivitas tanaman bebuahan kita harus terus ditingkatkan dan industri pengolahan harus lebih digalakkan sehingga devisa negara dari buah olahan akan bertambah besar.

Artikel terkait

Referensi

Ashar, S. 2006. Meningkatkan Keunggulan Bebuahan Tropis Indonesia. Pengukuhan Guru Besar Dalam Ilmu Hortikultura Pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. C.V ANDI OFFSET


 

Zenzen Zainudhin

Pertanian hampir dikatakan tidak pasti, namun saya memiliki sudut pandang yang berbeda. Semua hal tentang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan membutuhkan generasi muda. Jadi apa yang akan kamu lakukan ? Saya sedang di Tag : Perhitungan Agribisnis


Tinggalkan pesan "Nilai exspor dan impor pertanian"