Nama Ilmiah Ikan Tuna

ID 2865

Agrotani.com – Tuna (Thunnus) merupakan komoditas perikanan laut penting di Indonesia. Tuna hasil tangkapan diekspor dengan pasar utama lepang. Akhir-akhir ini produksi tuna sulit ditingkatkan dan ukuran ikan yang tertangkap makin kecil,  karena ini negara-negara produsen tuna mulai melakukan budidaya tuna. Jepang adalah negara yang telah menguasai teknologi budidaya ikan tuna secara penuh,  dari pemijahan di bak terkontrol hingga pembesaran di laut dan di kolam kolam buatan.


Mengenal Ikan Tuna pada tahun 2002, Jepang membudidayakan tuna secara penuh (full culture),  setelah selama kurang lebih 32 tahun dilakukan penelitian.


Bahkan pada akhir tahun 2007,  Laboratorium Riset Perikanan dari Universitas Kinki,  membagikan 1.500 ekor anakan tuna sirip biru/southern bluefin tuna/SBT (Thunnus maccoyi) hasil penangkaran laboratorium untuk dibudidayakan oleh perusahaan- perusahaan budidaya tuna di Jepang.  Jepang bertekad menghasilkan tuna 1 juta ton dari hasil budidaya.


Selain Jepang,  Australia,  Panama.  Spanyol,  Kroasia,  Turki,  Amerika Serikat, Mexico,  Kanada,  Peru,  Panama,  Italia, Tunisia,  Libya,  Maroko,  Malta,  Siprus, Yunani,  Libanon Siria dan Afrika Selatan juga telah mengembangkan budi daya ikan tuna,  Australia telah berhasil mengembangkan kultur tuna jenis sirip biru yang merupakan spesies termahal,  sejak tahun 1990.  Dalam waktu 3 bulan,  pembesaran tuna di KJA mencapai ukuran 35-45 kg/ekor.  Ekspor tuna kultur mendapat tempat yang cukup baik di pasar Jepang dengan harga jual lima kali lebih tinggi daripada harga tuna tangkapan.  Diperkirakan tuna kultur telah menguasai sekitar 20%  pasar tuna di Jepang.


Negara-negara di Kawasan Mediterania dan sekitarnya membudidayakan tuna jenis nothern blufin tuna atau atlantic blufln tuna. Sedangkan Amerika Serikat,  Mexico,  dan Kanada membudidayakan semua jenis tuna yang hidup di perairannya,  yaitu pacific blufin tuna,  bigeye tuna,  dan yellowfin tuna. Produksinya telah mencapai 4.000 ton atau 10%  dari produksi budidaya tuna dunia.


Produksi tuna sirip biru hasil budidaya mengalami peningkatan dari 14.000 ton tahun 2002 menjadi 21.000 ton tahun 2003. Angka ini menunjukkan bahwa hampir dua per tiga dari total tuna sirip bru Atlantik Timur (32.000 ton)  dipasok dari hasil budi daya. Untuk tahun 2015 sampai dengan 2016 terus meningkat.


Indonesia baru merintis usaha budidaya tuna.  Sejak tahun 2003 para ahli perikanan budidaya dari Indonesia dan Jepang bekerja sama meneliti pembudidayaan ikan tuna jenis sirip biru (Thunnus muccoyi) dan tuna sirip kuning yellowfin tuna (T. albacares)  di BBRPBL Gondol-Bali saat ini BBRPBL telah mempunyai 8 ekor induk tuna dan calon induk 2 ekor. Hasil pemijahan telah menghasilkan larva yang mencapai umur 45 hari.


Upaya Indonesia membudidayakan tuna secara penuh (domestikasi,  pembenihan terkontrol dan pembesaran) merupakan yang ketiga di dunia, setelah kepang dan Panama. Negara – negara lain hanya menangkap benih di alam lalu membesarkannya.

Ikan TunaNama Ilmiah