Kendala Pada Penerapan Hidroponik

ID 3392

Hidroponik

AGROTANI.COM – Dalam penerapanya, pertanian hidroponik banyak menghadapi kendala,  berupa keruahan penerapannya,  pertanian hidroponik (bulkiness)  bahan,  takarannya harus banyak,  dan dapat menghadapi persaingan dengan kepentingan lain untuk memperoleh sisa tanaman dan limbah hidroponik dalam jumlah yang cukup.

Misalnya,  limbah panen digunakan untuk makanan ternak,  jerami padi diminati pabrik digunakan sendiri oleh pabrik gula sebagai bahan bakar,  sampah kota dan permukiman di untuk menimbun lahan yang rendah atau cekungan untuk memperluas lahan yang dipersiapkan untuk bangunan terutama di kota-kota besar (Sutanto,  1997a)  Pupuk hayati masih berada pada taraf awal pengembangan.  Pada waktu ini keberhasilannya masih terbatas,  karena produksinya belum dapat memenuhi jumlah kebutuhan.  Kita perlu meneladani negara-negara yang lebih maju dan berkembang kebutuhan pupuk hayati.

Di dalam mencukupi kebijakan yang berlangsung di Indonesia memikirkan ke arah itu,  karena masih mementingkan dan mengunggulkan budi daya kimiawi.  Bioteknologi yang menjadi dasar pengembangan pupuk hayati baru pada tahap awal pengembangan. Pertanian hidroponik belum dapat diterapkan secara murni mengingat cukup banyak kendala yang dihadapi.  Pada tahap awal penerapan pertanian hidroponik masih perlu dilengkapi pupuk kimia atau pupuk mineral,  terutama pada tanah yang miskin hara.  Pupuk kimia masih sangat diperlukan agar takaran pupuk hidroponik tidak terlalu banyak yang akan menyulitkan dalam Sejalan pengelolaannya.  dengan proses pernbangunan kesuburan tanah menggunakan pupuk hidroponik dan pupuk hayati,  kebutuhan pupuk kimia yang secara berangsur beradar hara tinggi dapat dikurangi.

Perpaduan budi daya hidroponik dan kimia disebut Sistem Gizi (Integrated Plant Nutrient Tanaman Terpadu / SGTT System / IPNS)  atau dapat juga disebut sebagai Pengelolaan GisiNutrisi Terpadu.  Sistem ini sudah mulai dikembangkan oleh badan dunia FAO dan diterapkan dibeberapa negara di kawasan Asia dan Pasifik yang masih mengandalkan atau memper tahankan sektor pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi nasional.

Referensi

Eko PW. 2006. Cara Membuat Pupuk Hidroponik. Jakarta. Dharma Utama Publishing.

Hidroponik