Hama Tanaman Nilam dan Cara Pengendaliannya

ID 33

Agrotani.Com – Ketika melakukan budidaya tanaman, termasuk budidaya tanaman nilam, yang harus diwaspadai adalah terserangnya tanaman dari hama dan penyakit. Apabila tanaman sudah terserang hama dan penyakit maka harus segera di waspadai. Karena terserangnya tanaman bisa berakibat fatal terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman.

Maka dari itu, mari kita mengenal apa saja hama tanaman nilam yang sering menyerang. Kemudian cari tau cara-cara pengendalian hama tersebut. Dengan mengenalnya, maka kita bisa mensiasati apabila ada serangan hama. Sehingga tanaman nilam yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan sehat. 

hama tanaman nilam

Hama Tanaman Nilam

  1. Ulat penggulung daun (Pachyzaneba stutalis).

Ulat penggulung daun ini hidup pada gulungan daun yang masih muda, sambil memakan daun tersebut. Pada serangan berat bisa menyisakan hanya tinggal tulang-tulang daun saja.

Cara Pengendalian :

  • Kumpulkan dan musnahkan bagian tanaman yang terserang. Lakukan sistem monitoring (pengamatan) yang ketat pada areal terserang untuk menghindari terjadinya peledakan populasi. Monitoring dilakukan dengan cara mengamati saat munculnya gejala awal kerusakan daun akibat serangan larva stadia muda. Mengingat siklus hidup hama ini berkisar antara 38 – 42 hari, maka monitoring perlu dilakukan setiap bulan sejak tanaman berumur satu bulan sampai saat panen.
  • Gunakan ekstrak mimba dan bioinsektisida (Beauveria bassiana). Cara ini walaupun tidak mematikan secara langsung, tapi efektif dan tidak mencemari lingkungan.

  1. Belalang (Orthoptera).

Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Pada serangan berat, batang tanamannya dimakan dan akhirnya mati. Jenis belalang yang banyak merusak tanaman nilam adalah belalang kayu (Valanga nigricornis) dan belalang daun (Acrida turita).

Belalang kayu dapat menyebabkan kerugian hasil 20% – 25%, karena belalang tersebut berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya bila tanaman sudah habis dimakannya.

Batang dan cabang tanaman sering patah akibat gigitannya sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Belalang daun biasanya memakan daun mulai dari pinggir atau tengah sehingga terbentuk bekas gigitan melingkar atau lonjong. Adakalanya belalang ini juga merusak batang dan ranting tanaman.

Pengendalian :

  • Sanitasi lingkungan.
  • Pengolahan tanah yang baik dapat membunuh telur belalang kayu sebelum menetas.
  • Menggunakan musuh alami seperti cendawan Metarhizium anisopliae

  1. Tungau merah (Tetranychus sp.)

Tungau merah pada umumnya menyerang daun tua dan muda. Tungau hidup berkelompok di permukaan daun bagian bawah, merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun.

Gejala serangan memperlihatkan bercak-bercak putih. Semakin lama bercak semakin melebar. Selain itu juga memperlihatkan gejala daun berlekuk-lekuk tidak teratur.

Pada tingkat serangan berat daun akan rontok. Kerugian hasil dapat mencapai 15% – 25%.

Cara Pengendalian :

  • Pemangkasan (pemetikan daun), untuk mencegah meluasnya serangan. Pemetikan dilakukan pada saat populasi tungau masih rendah. Pemetikan yang dilakukan sedemikian rupa dapat menyebabkan terbuangnya telur­telur dan tungau dewasa.
  • Tanaman perangkap, dengan menanam tanaman ubi kayu dan jarak (Ricinus communis) sebagai “barrier”.
  • Penggunaan musuh alami seperti Phytosentulus persimlis, P.macro pelts (menyerang telur dan nimfa), dan Coccinelids
  • Penyemprotan dengan insektisida nabati (ekstrak biji mimba) dosis 100 gil

  1. Criket pemakan daun (Gryllidae).

Memakan daun muda sehingga daun berlubang­. lubang dan produksi turun. Pengendalian dilakukan dengan cara: sanitasi lingkungan.

Tanaman Nilam