Cara Pengolahan Kopi dengan Proses Kering

ID 218

Agrotani.Com – Cara pengolahan kopi dengan proses kering biasanya dilakukan pada kopi jenis robusta. Hal ini dikarenakan pertimbangan harga kopi robusta lebih rendah jiga dibandingkan dengan harga jual kopi arabika.

Proses kering ini tidak banyak membutuhkan alat dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga pada pelaksanaannya bisa menekan biaya produksi.

Cara Pengolahan Kopi dengan Proses Kering

Adapun tahapan pengolahan kopi dengan proses kering adalah sebagai berikut :

  1. Sortasi Buah kopi

Langkah pertama tidak jauh dengan proses pengolahan basah, kopi yang sudah dipanen terlebih dahulu harus dilakukan sortasi dari buah yang busuk, terkena hama. Juga harus disortasi berdasarkan warna buah kopi.

Untuk lebih jelas baca : Cara Pengolahan Kopi dengan Proses Basah

  1. Pengeringan Buah Kopi

Langkah berikutnya adalah proses pengeringan. Pengeringan dilakukan di atas lantai pengeringan secara merata. Ketebalan tumpukan kopi yang di jemur jangan lebih dari ketebalan 4 cm.

Pada proses penjemuran ini harus dilakukan pembalikan biji kopi minimal sehari sebanyak dua kali. Proses pengeringan biji kopi biasanya memakan waktu kurang lebih selama dua minggu. Dan akan menghasilkan biji kopi kering dengan kadar air sekitar 15 persen. Jika kadar air masih kurang, maka harus dilakukan penjemuran lanjutan hingga kadar air sesuai yang diinginkan.

  1. Pengupasan Kulit buah dan kulit tanduk

Apabila buah kopi sudah kering, maka buah kopi tersebut sudah siap dikupas kulitnya, baik kulit luar maupun kulit tanduknya.

Pada proses pengeringan sebelumnya, usahakan kadar air buah kopi sekitar 15 persen, karena apabila melebihi, atau terlalu kering, ini akan menyulitkan pada proses pengupasan.

Proses pengupasan bisa dilakukan dengan dua cara. Ditumbuk dan dengan menggunakan mesin huller. Namun apabila ditumbuk, ini memiliki kekurangan kemungkinan besar biji kopi pecah pecah. Sehingga sangat disarankan untuk menggunakan mesin huller.

  1. Sortasi dan Pengeringan Biji Kopi

Langkah terakhir adalah melakukan sortasi kembali. Sortasi dilakukan dengan memisahkan biji pecah, biji yang kurang bersih dan dari kotoran-kotoran lainnya yang mengganggu.

Biji kopi yang begus dan bisa tahan lama adalah biji kopi yang memiliki kadar air sekitar 12 persen. Maka dari itu, apabila biji kopi belum mencapai kadar air 12 persen maka harus dilakukan penjemuran lanjutan. Hingga kadar airnya mencapai 12 persen.

Pengeringan lanjutan ini bisa dibantu dengan menggunakan mesin pengering. Kadar air 12 persen pada biji kopi adalah kadar air yang ideal. Dengan kadar air yang ideal maka biji kopi akan dapat bertahan lama tanpa berubah rasanya. Kemudian akan terhindar juga dari serangan jamur.

Itulah langkah demi langkah cara pengolahan kopi dengan proses kering. Pengolahan dengan cara kering ini tidak terlalu sulit, sehingg pada prosesnya juga bisa mengurangi biaya produksi

Tanaman Kopi