Tips Cara Pembibitan Tanaman Kopi Bebas Penyakit

ID 115

Agrotani.Com – Cara pembibitan tanaman kopi bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu : Pembibitan dengan menggunakan biji, pembibitan secara vegetativ (cangkok, sambung, stek, okulasi), dan pembibitan kopi dengan cara kultur jaringan.

Ketiga cara pembibitan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada dasarnya pembibitan kopi bisa memperhatikan beberapa aspek diantaranya sebagai berikut.

Pembibitan Tanaman Kopi

Aspek-aspek di bawah ini merupakan standar dasar, agar bibit kopi kita berkualitas dan terbebas dari hama penyakit.

  1. Cara Memperoleh biji kopi

Usahakan biji kopi dari kebun sendiri, ini dikarenakan karena kebun kopi milik sendiri mutu bijinya bisa dijamin sendiri kualitasnya.

Pilihlah pohon induk yang memiliki produksi tinggi, bebas dari serangan hama penyakit atau nematoda. Semuanya harus terhindar dari serangan ini, baik bagian buah, daun ataupun batang.

  1. Cara Memilih dan Memelihara Biji Kopi

Usahakan buah yang akan dijadikan bibit adalah buah kopi yang benar-benar masak, kemudian pilihlah yang teksturnya baik, tidak cacat, besarannya normal dan seragam.

Jika syarat-syarat itu sudah terpenuhi, maka selanjutnya lakukan perlakuan berikut :

  • Kupas kulit biji kopi
  • Lendir yang melekat dibersihkan
  • Biji kopi dikering anginkan sekitar kurang lebih 2-3 hari. Dan tidak terkena langsung sinar matahari.
  • Lakukan sortasi pada biji yang cacat dan gembos. Pilih biji yang bagus dan seragam
  1. Cara Menyimpan Biji Kopi

Biji yang sudah dikering anginkan bisa langsung disemaikan. Namun, untuk melakukan persemaian harus dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga biji yang sudah dikering anginkan harus disimpan terlebi dahulu untuk sementara waktu.

Untuk menghindari serangan dari hama bubuk, maka penyimpanan kopi harus telaten. Usahakan simpan pada peti tertutup.

Peti tersebut bawahnya diamparkan dengan menggunakan kain yang diberi minyak terpentin dengan dosis 1 cc per 100 cm2. Setelah ketebalan tumpukan biji sekitar 5 cm, maka diberi lapisan kain lagi. Begitu seterusnya diberi lapisan tiap ketebalan 5 cm.

Apabila peti tersebut sudah penuh, maka diamkan peti tersebut selama kurang lebih tiga hari tiga malam. Ini dimaksudkan agar hama yang ada pada biji kopi terbunuh oleh pengaruh minyak tadi.

Jika penyimpanan biji akan dilakukan dalam jangka waktu yang sangat lama, maka biji kopi dicampur dengan bubuk arang yang sudah dibasahi dengan air. Jangan terlalu basah. Perbandingannya sekitar Satu kilo bubuk arang, maka airnya sekitar 150cc.

  1. Lama Waktu Penyimpanan Biji Kopi

Waktu penyimpanan biji kopi yang siap untuk disemaikan, usahakan jangan terlalu lama. Semakin lama penyimpanan, maka akan semakin berpengaruh terhadap daya tumbuh benih tersebut. Daya tumbuhnya akan semakin menurun.

Biji kopi yang baru, daya kecambahnya sekitar 90 sampai 100 persen. Sedangkan daya kecambah biji kopi yang disimpan terlalu lama, atau sekitar 6 bulan, bisa menurun jadi 60-70 persen.

Maka penyimpanan sebaiknya jangan leih dari tiga bulan.

Demikianlah beberapa tips cara pembibitan tanaman kopi bebas penyakit. Pastikan lakukan langkah-langkah di atas dengan benar, agar hasil pembibitan kopi dapat tumbuh maksimal.

Tanaman Kopi