Cara menyimpan jenis – jenis bahan pakan burung

ID 1522

Agrotani.com – Penyimpanan bahan pakan sangat mempengaruhi kualitas pakan layak tidaknya untuk di berikan kepada burung. Pemberian pakan berkualitas baik apabila penyimpanannya baik dan benar, agar pakan tetap segar dan tetap berkualitas harus ada penanganan harus di lakukan untuk mencegah terkontaminasi oleh jamur dan bakteri. Karena pakan adalah termasuk hal penting dalam pemeliharaan dan menentukan kualitas burung ocehan, pemberian pakan harus rutin dan perlu pengetahuan untuk pemiliknya agar burung pliharaan bersuara indah.

Berikut cara menyimpan beberapa bahan pakan burung, di antaranya serangga, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan pakan buatan pabrik.

Cara menyimpan jenis – jenis bahan pakan burung

Menyimpan serangga

Serangga yang banyak digunakan sebagai pekan burung antara lain kroto dan ulat hongkong. Bila kita menginginkan kroto yang dibeli di pasar bisa disimpan agak lama. langkah-langkah berikut dapat kita lakukan

  • Kroto dijemur di bawah sinar matahari sampai kering. Dapat pula dikeringkan dengan oven.

  • Setelah kering, kroto tersebut disimpan di tempat yang tidak lembap. Tempat penyimpanan yang lembap dapat mengundang kehadiran jamur.

  • Penempatan kroto pada wadah penyimpanan harus merata dan tidak sampai membentuk tumpukan yang terlalu tebal.

Cara lain adalah setelah kroto ditempatkan dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat. lalu disimpan dalam kulkas. Wadah pakan dapat berupa stoples, plastik, dan lain-lain, asalkan kuat dan awet. Namun, jangan menggunakan kertas karena akan mudah robek atau rusak apabila terkena air.


Alangkah baiknya bila ada kulkas khusus untuk menyimpan pakan. Namun, bila tidak ada, ditempatan dalam kulkas keluarga pun tidak apa-apa asalkan dilaksukan secara hati-hati. Bila penyimpanannya dilakukan bersama samaan dengan makanan kita, sebaiknya pada wadah kemasan diberi label agar tidak tertukar dengan makanan kita. Di samping itu, kroto juga harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kroto, tetapi juga bagi bahan pekan lainnya yang ingin disimpan dalam kulkas.


Pakan berupa ulat hongkong biasanya diberikan dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, agar persedisan ulat hongkong untuk burung peliharaan kita senantiasa terjaga, ada baiknya kita menamakannya sendiri.

Menyimpan biji-bijlan

Sebagai pakan, biji-bijan biasanya disimpan dalam keadaan utuh dan masih mempunyai potensi untuk berkecambah. Untuk mengetahui apakah biji yang kita beli masih hidup, dapat kita lakukan dengan merendamnya dalam air. Kemudian ditempatkan dalam kain yang lembap Bila berkecambah, artinya biji tersebut masih hidup. Biji yang masih hidup memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada biji yana sudah mati.


Agar kemampuan berkecambah biji dapat dipertahankan, penyimpanannya secara benar harus diperhatikan. Untuk tujuan tersebut, hal-hal berikut ini dapat kita jadikan pedoman menyimpen biji-bijian.


  • Biji yang akan disimpan masih baru, bersih, dan tidak rusak. Biji yang telah lama disimpan bisa ditandai dengan hadirnya hifa jamur yang berwarna putih seperti kapas, tercium bau tengik atau bau bau lain yang kurang sedap. Bila biji-bijian tersebut tidak bersih dan tercampur dengan kotoran, harus dibersihkan terlebih dahulu.

  • Biji harus benar-benar tua. Biji yang masih muda akan keriput jika disimpan sehingga kualitasnya menunun.

  • Biji yang akan disimpan terlebih dulu dijemur sampai kering, kadar air kurang dari 14%. Apabila biji yang disimpan memiliki kadar air tinggi (lebih dari 14%) jamur mudah menyerang serta pada kondisi tersebut proses metabolisme biji dan mikroorganisme yang ada akan memingikis. Hal ini akun menambah mudah rusaknya biji bijan tersebut, baik secara fisik kimia, maupun fisiologis.

  • Biji sebaiknya tidak disimpan di tempat atau ruangan yang memiliki suhu terlalu tingi (lebih besar dari 30 C ). Suhu tempat penyimpanan yang terlampau tinggi dapat menyebabkan proses metabolisme meningkat. Hal ini akan mempercepat kerusakan biji.

  • Kelembapan udara di ruang simpan diusahakan cukup rendah, kurang dari 70%. Kelembapan udara ruang simpan yang tinggi dapat merangsang pertumbuhan jamur, bakteri, dan mikroorganisme perusak lainnya. Selain itu juga akan meningkatkan kadar air di dalam biji walaupun sebelumnya telah kita jemur. Keadaan ini dapat menyebabkan cepat rusaknya biji-bijian.

  • Tingkat ketebalan tumpukan diusahakan tidak terlalu tebal. Tumpukan yang terlalu tebal akan meningkatkan suhu. Ke naikan suhu ini akibat dari aliran panas hasil metabolisme biji yang tidak tersalurkan dengan baik

  • Ruang atau tempat simpan sebaiknya memiliki ventilasi yang cukup. Hal ini untuk menghindari peningkatan suhu tempat penyimpanan akibat dari metabolisme biji.

  • Ruang atau tempat penyimpanan harus senantiasa terjaga ke bersihannya dan bebas dari gangguan binatang perusak seperti tikus, kecoa, dan hama lainnya.

Menyimpan buah-buahan

Buah-buahan yang umum untuk pakan burung adalah pepaya dan pisang. Buah-buahan ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga mudah rusak. Apalagi bila buah tersebut telah benar-benar matang, kerusakan daging buahnya akan sangat cepat. Hal-hal berikut harus benar-benar kita perhatikan bila ingin menyimpan pisang dan pepaya untuk persediaan pakan burung.

  • Jangan menyimpan buah yang telah matang penuh. Pisang yang matang penuh warna kulitnya kuning penuh. Tahap ini merupakan awal serangan penyakit setelah buah dipanen. Untuk buah pepaya yang telah matang penuh, bila masih dipaksakan disimpan, kulit buahnya akan timbul bercak bercak jamur dan lama kelamaan buahnya membusuk

  • Simpanlah buah-buahan di tempat atau ruang dengan suhu yang tidak lebih tinggi daripada suhu kamar. Cara ini dapat kita lakukan dengan menyimpan buah di dalam kulkas. Apabila tidak ada kulkas, kita usahakan agar suhu ruang penyimpanan buah tidak terlalu tinggi. Menyimpan buah pada suhu ruang lebih besar daripada suhu kamar dapat menyebabkan perubahan fisik kimia, dan fisiologi buah. Hasil penelitian diketahui bahwa pisang yang disimpan pada suhu lebih tinggi daripada suhu kamar selama empat hari akan mengalami kelainan fisiologi pada hari keempat setelah penyimpanan. Bila disimpan pada suhu yang sama selama dua hari, akan mengalami kelainan fisiologi pada hari kelima dan keenam setelah peryimpanan. Kelainan fisiologi tersebut berupa fermentasi yang bisa menyebabkan daging buah rusak.

  • Apabila diperlukan dalam jumlah banyak untuk jangka waktu tertentu, jangan menumpuk buah terlalu banyak. Hal ini bisa meningkatkan suhu di ruang atau tempat penyimpanan sekitar 40 C sehingga akan meningkatkan kersusakan fisiologi pada buah.

Menyimpan sayuran

Sayuran memiliki kandungan air yang tinggi. Keadaan ini meryebabkan sayuran mudah menjadi layu karena kehilangan air. Beberapa cara berikut dapat dipakai untuk menunda kelayuan sayuran yang akan kita berikan pada burung. Sayuran disimpen di dalam kulkas. Cara ini dapat mempertahankan kesegaran sayuran selama tujuh hari. Bila tidak ada kulkas, dapat disimpen di tempet yang dingin, misalnya kamar mandi. Caranya, sayuran digantung pada tembok dan dibiarkan sedikit layu. Pada saat akan diberikan kepeda burung, terlebih dahulu bagian akar sayuran tersebut direndam dalam air sampei daunnya segar.


Untuk sayuran yang berupa kecambah (tauge) dapat diawetkan dengan menyimpannya dalam kulkas atau di tempat yang lembap. Sebelumnya kecambah dibungkus dengan kertas atau dimasukkan dalam kantong plastik. Namun, cara ini hanya dapat mempertahankan kesegarannya untuk beberapa hari saja.


Ada baiknya kecambah kita buat sendiri dari biji-bijian yang kita simpan. Cara pembuatan kecambah ini sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang banyak. Biji kacang – kacangan, kacang hijau atau kedelai yang akan dibuat kecambah direndam selama sehari semalam (24 jam). Kemudian ditiriskan dan dibiarkan antara 1-2 dua hari (24-48 jam). Bila biji-biji tersebut telah berkecambah, kecambahnya lalu dicuci sampai bersih. Sebelum diberikan kepada burung, kecambah ini perlu dikeringkan.

Menyimpan pakan buatan

Pakan buatan, baik yang kita buat sendiri maupun buatan pabrik dibeli di kios, dapat kita simpan dengan memperhatikan tanggal kadaluarsanya, belilah yang masih baru. Periksalah label kemasannya apakah masih dapat diberikan pada burung atau sudah kadaluwarsa. Bila pekan burung tersebut kita buat sendiri, proses penjemuran harus benar-benar kering. Pakan buatan yang kurang kering mudah terserang jamur. Simpanlah pada toples buatan tensebut dalam wadah yang kedap air dan tutuplah dengan rapat. Tempatkan wadah tersebut dalam karung atau Wring benih. Hindarkan pakan buntan dari air mengalir agar tidak cepat rusak.

Pakan Burung