Cara Jitu Mencegah Patek Pada Tanaman Cabe
Cara Jitu Mencegah Patek Pada Tanaman Cabe

Cara Jitu Mencegah Patek Pada Tanaman Cabe

Diposting pada

Pernahkah Anda mencermati, bahwa harga cabe seringkali meroket tinggi setiap musim penghujan? Para penggemar pedas pasti kebat-kebit jika curah hujan sudah meningkat, karena butuh pengorbanan lebih untuk menebus harga cabe yang selangit di pasaran.

Selama ini yang kita ketahui, bunga cabe seringkali rontok dan gagal memproduksi buah akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya pasokan cabe tersendat. Namun ada hal lain yang lebih menyeramkan daripada curah hujan. Suatu penyakit yang menjadi momok petani dan menyerang semua jenis cabe, yang bernama patek.

Penyakit patek atau yang disebut juga dengan nama antraknoksa adalah penyakit yang seringkali menyerang tanaman perdu seperti tomat, cabe, timun dan pepaya. Biasanya yang diserang adalah bagian buah, menjadikan buah busuk dan panen pun menjadi gagal.

Namun bukan hanya pada buah saja, karena antranoxa akan menjalar juga ke batang dan daun tanaman, hingga membuat tanaman cabe mati. Menyebalkan sekali bukan? Namun jangan khawatir karena penyakit patek bisa diatasi.

Tanaman cabe sendiri merupakan pohon berbentuk perdu dengan tinggi lima puluh hingga sembilan puluh sentimeter. Dengan batang yang mengandung sedikit kayu terutama batang yang tua dan dekat dengan tanah. Jika sedang berbuah lebat, terkadang batangnya tidak bisa menanggung beban buahnya sehingga sangat melengkung.

Untuk itu perlu diberi penyangga agar bisa tetap berdiri tegak. Namun jika patek menyerang, jangankan berbuah lebat pohon cabe juga akan membusuk dan mati. Berikut adalah bahasan mengenai patek dan cara jitu menanganinya.

1.Gejala Serangan Patek

Serangan penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak cokelat kehitaman pada buah cabai yang sudah tua. Buah itu lama-kelamaan akan mengerdil lalu membusuk. Seringkali bukan hanya buah yang diserang oleh penyakit patek in tapi juga batang dan seluruh bagian tanaman.

Membuat petani kelimpungan adalah, penyakit ini seringkali menyerang cabe yang sudah berbuah lumayan tua dan hampir panen. Sehingga jika patek menyerang, bayangan panen besar pun bisa pupus begitu saja.

2. Penyebab Serangan Patek

Penyebab penyakit patek adalah jamur pathogen bernama Colletrotichum sp. Jamur ini menyebar dengan sangat mudah karena sporanya yang ringan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan penyakit ini. Di antaranya:

  • Intensitas Hujan

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kelembaban juga tinggi dengan suhu yang rendah. Jamur pathogen sangat menyukai kondisi ini dan berkembang biak dengan sangat cepat. Karena itu penyakit patek seringkali terjadi pada musim penghujan, jarang terdapat kasus patek di musim kemarau.

Anda bisa menggunakan mulsa plastic untuk mengurangi kelembaban pada tanaman cabe. Dengan mengatur kelembaban, diharapkan spora jamur tidak berkembang di tanaman Anda.

  • Kondisi Lingkungan Tergenang

Lingkungan tanam yang tergenang akan mengakibatkan penyakit ini lebih mudah terjadi. Spora jamur yang berada di genangan air dapat mengenai badan tanaman dan menyebabkan tanaman tertular patek.

Untuk mengatasinya, saat memasuki musim hujan tinggikan bedengan tanam kurang lebih 50 cm. perhatikan pula saluran pembuangan air, jangan sampai tersumbat hingga air tergenang lama.

  • Jarak Tanam Populasi

Jarak tanam sangat penting dalam proses penanaman cabe. Jarak tanam yang terlalu rapat akan membuat sirkulasi udara tidak lancar dan sinar matahari tidak bisa menyentuh permukaan tanaman secara merata.

Karenanya kelembaban jadi tinggi dan jamur dengan mudah berkembang biak. Jika Anda menanam cabe di awal musim hujan, maka perjauh lagi jarak tanam antar pohon.

3. Pengendalian Penyakit Patek

Walau penyakit ini sangat cepat  menyebar dan akibatnya juga tidak main-main, namun bukan berarti patek tidak bisa diatasi. Paling tidak ada tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit patek atau antraknosa terjadi pada tanaan cabe Anda.

  • Memilih Bibit Berkualitas

Spora jamur pathogen dapat bertahan di dalam bibit tanaman yang diserangnya cukup lama, sekitar sembilan bulan. Jadi berhati-hatilah dalam memilih bibit cabe untuk perkebunan Anda.

 Pastikan Anda memakai bibit yang berkualitas dan berasal dari pohon yang tidak terserang patek, resisten terhadap penyakit, dan tidak berasal dari daerah yang mengalami serangan patek. Pada dasarnya cabe keriting lebih tahan terhadap penyakit ini dibandingkan jenis lainnya.

  • Mengatur Jarak Tanam

Saat menanam di musim penghujan, sebaiknya perlebar jarak tanam antara 15 hingga 20 cm agar daun tanaman tidak bersentuhan. Jika ada tanaman yang telah terkena patek dan buah atau daunnya yang terserang bersenggolan dengan daun atau bagian tanaman lain di sebelahnya, penyebaran akan sangat mudah terjadi.

Jarak tanam yang rapat juga membuat dedaunan saling bersentuhan antara pohon cabe yang satu dengan yang lainnya. Jika ada tanaman yang sudah terserang penyakit, dengan kondisi seperti ini, akan sangat mudah terjadi penyebaran.

  • Melakukan Penyiangan

Melakukan penyiangan secara teratur adalah hal yang wajib dilakukan. Lingkungan yang penuh gulma, tanah tidak gembur, akan mudah sekali terserang jamur. Potong cabang yang terlalu rimbun dan cabut gulma yang berada di sekitar tanaman.

Perlu diketahui bahwa patek juga bisa terjadi akibat pemupukan dengan nitrogen yang terlalu banyak. Jika Anda menanam di musim penghujan, tidak perlu terlalu banyak melakukan pemupukan dengan nitrogen. Karena air sendiri sudah mengandung nitrogen. Sebagai gantinya, lebih banyak lakukan pemupukan dengan pupuk cabe untuk mengendalikan serangan penyakit.

Anda sebaiknya mengatur tanggal dan waktu tanam cabe Anda, agar panen buah tidak terjadi ketika memasuki musim penghujan. Selain karena menghindari penyakit ini, musim hujan juga membuat bunga cabe rontok dan gagal menjadi buah. Anda bisa memberi atap dari jaring khusus atau plastic agar hujan tidak langsung mengenai tanaman cabe.

Selayaknya jamur lain, jamur pathogen juga bisa diatasi dengan fungisida. Jadi untuk mencegah tersebarnya penyakit patek lebih lanjut, segera bersihkan tanaman yang terserang. Cabut dan bersihkan seluruh lokasi dari gulma dan lakukan penyiangan. Bakar sisa tanaman yang sudah dicabut tadi dan semprot tanaman yang belum terkena serangan dengan fungisida. Interval penyemprotan sekitar 7-10 hari. Jadi setelah 10 hari penyemprotan, Anda dapat mengulanginya kembali.

Untuk lahan yang telah terserang, jangan dulu ditanami. Sterilkan dahulu lahan dari spora jamur dengan menggunakan fungisida. Anda bisa memilih fungisida dengan bahan aktif propineb, mankozeb, atau tebukonazol setiap tiga hari sekali. Dengan langkah yang tepat dalam mencegah dan menanganinya, patek dapat diatasi hingga panen cabe tetap memuaskan. Semoga bahasan ini bermanfaat.