Cara budidaya kelapa kopyor yang baik dan benar

ID 19238

jual-bibit-kelapa

Agrotani.com – Kelapa kopyor merupakan kelapa yang pertumbuhanya tidak nornal, Dari ketidak normalan tersebut menghasilkan kelapa bertekstur lembut dan di minati oleh semua orang.

Kelapa kopyor dapat diperbanyak secara generatif maupun secara vegetatif, seperti halnya kelapa biasa normal. Secara generatif (alami), kelapa kopyor dapat diperoleh melalui cara penanaman kembali buah kelapa normal yang dijadikan sebagai bibit dari pohon kelapa yang berbuah kopyor. Cara ini seperti yang telah umum dilakukan oleh masyarakat petani selama ini.

Sebenarnya cara ini mengandung kerugian yang besar, yaitu :

  1. Hasil produksi buah kelapa pada satu pohon tidak semuanya kopyor.
  2. Mutu buah kelapa (biau dan kopyor) yang diperoleh biasanya kurang baik tidak unggul karena faktor pembiakan alami yang sangat tergantung pada alam(dengan perantara angin atau serangga), dan jenis bibit dari kelapa ayah (serbuk sari) tidak diketahui pasti Kelapa kopyor juga dapat diperoleh dari jenis kelapa hibrida ini,juga dapat diperoleh kelapa kopyor melalui cara pembiakan secara vegetatif (buatan).

Kelapa Hibrida


Kelapa hibrida merupakan suatu jenis kelapa yang cepat mengalami kepopuleran di kalangan masyarakat, karena produksi buahnya yang tinggi,juga saat mulai berbuahnya lebih cepat daripada jenis kelapa biasa.

Kelapa hibrida diperoleh dari hasil perkawinan silang antara dua jenis tanaman kelapa yang berbeda-beda sifatnya Biasanya kelapa hibrida me rupakan hasil perkawinan kilang antara jenis kelapa dalam (unggul) dan kelapa geriah (unggul), karena apabila yang di silangkan itu bukan merupakan kelapa jenis unggul maka dapat diperkirakan akan menghasilkan sifat-sifat kelapa hibrida yang tidak lebih baik daripada kelapa induk dan kelapa ayahnya.

Dari persilangan kelapa kopyor


Sedangkan tujuan membuat hibrida adalah menggabungkan sifat-sifat baik dari induknya,memunculkan sifat-sifat baru yang lebih baik serta menambah variasi dan macam tanaman.

Cara persilangan


Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat cara pembuatan kelapa hibrida secara generatif, dengan langkah-langkah pengerjaan sebagai berikut:

  1. Pemilihan kelapa dalam untuk ayah Varietas kelapa dalam untuk hibrida dipilih dari varietas unggul yang mempunyai sifat-sifat umur pohon telah 20-40 tahun bila diinginkan hibrida yang mengandung kopyor,maka dipilih varietas kelapa dalam unggul yang juga mengandung buah kopyor dalam satu tanda pohonnya, pohon sehat dan pertumbuhan batang yang lurus,kukuh produksi asil buah cukup tinggi.
  2. Pemilihan kelapa genjah untuk ibu Varietas kelapa genjah untuk hibrida dipilih dari varietas unggul yang mempunyai sifat-sifat umur pohon mencapai 15-30 tahun bila dinginkan hibrida yang mengandung kopyor,maka dipilh varietas kelapa genjah unggul yang juga mengandung buah kopyor dalam satu tandan pohon-pohon sehat dan pertumbuhan batang yang lurus kukuh produksi hasil buah cukup tinggi.
  3. Persiapan bahan selurung kain untuk menyelubungi karangan bunga kelapa botol penyemprot dengan selang plastik di ujung mulutnya,sebagai tempat serbuk sari dari bunga jantan.pisau pemotong bunga jantan dari kelapa induk.
  4. Cara penyerbukan buatan/persilangan mula-mula dicari karangan bunga yang baru mulai mekar,dari induk kelapa genjah yang sudah dipilih.tangkai bunga jantan dipotong dengan jarak 3 cm di atas bunga betina,dengan menggunakan pisau yang tajam,sehingga bunga jantan tersebut benar-benar bersih.

Kemudian bunga betina diselubungi kain bunga jantan dari kelapa dalam yang telah dipilih,dipotong beserta tangkainya dari mayang yang hampir merekah,kemudian dimasukkan ke dalam plas bunga jantan dalam plastik ini dikeringkan,diambil serbuk sarinya saja,dan tangkai sarinya dibuang serbuk sari kering yang diperoleh,dicampur dengan tepung steril dengan perbandingan l- 20(satu bagian tepung sari dan 20 bagian tepung steril),Tepung sari dapat disimpan dalam lemari es dengan daya tahan simpan sampai 4 bulan, tepung sari dimasukkan ke dalam botol plastik.

Bunga betina yang akan diserbuki,sebaiknya bunga betina yang mulai masak,yang ditandai dengan ada nya lendir di putiknya penyemprotan serbuk ke bunga betina sebaiknya tidak dilakukan hanya sekali,karena proses pe masakan bunga betina tidak bersamaan waktunya.

Penyemprotan tersebut dapat dilakukan 3-4 kali.bila pekerjaan penyemprotan bunga betina dengan serbuk sari telah selesai,maka bunga betina diselubungi kembali dan diberi tanda.

  1. Pengawasan pengontrolan terhadap bunga betina dilakukan,setelah penyerbukan dilakukan.Penyerbukan tidak berhasil bila bunga betina merontok,sedangkan bunga betina yang tetap tumbuh dan tidak rontok maka terdapat kemungkinan persilangan berhasil bila buah hasil persilangan semakin tumbuh membesar,selubung kainnya dapat dibuka,dan pada tan dan tersebut diberi tanda khusus yang mudah di kenali.
  2. Penentuan keberhasilan persilangan harus diperhatikan bahwa bunga betina yang tidak mengalami kerontokan setelah penyerbukan dilakukan,belum bisa diramalkan bahwa persilangan berhasil sempurna.Penentuan keberhasilan,dapat di ketahui bila hasil persilangan tersebut telah menjadi bibit tanaman,yang ditunjukkan oleh warna pelapah daun yang berbeda dengan induknya.
  3. Pembibitan kelapa terdapat beberapa ciri-ciri buah kelapa yang baik.yaitu buah berbentuk bulat/setengah bulat dan berukuran sedang kulit luar buah licin,tidak rusak/cacat volume air buah cukup banyak buah mengalami pemasakan di pohon dalam satu tandan hanya terdapat 2-3 butir buah.buah yang akan dijadikan bibit,sebaiknya tidak langsung disemaikan,tetapi disimpan dulu agar proses pemasukannya berlangsung terus.

Tempat penyimpanan bibit tersebut harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, tidak ada atap yang bocor, penumpukan buah tidak terlalu banyak pembibitan dapat dilakukan dalam tiga cara yang berbeda,yaitu pesemaian tradisional,biasa dilakukan oleh petani dalam jumlah yang kecil Bibit kelapa di gantungkan di cabang – cabang pohon yang rindang atau di pinggir-pinggir atap rumah.

Persemaian


Persemaian bedengan terdapat dua cara yang umum dilakukan, yaitu :

Cara I : Membuat pesemaian perkecambalan terlebih dulu,baru dipiodahkan ke pesemaian bibit.

Cara II : Langsung membuat pesemaian bibit.

Pada dasarnya pembuatan bedengan untuk kedua cara itu sama saja.
Tanah dicangkul sedalam 30-40 cm tanah dibersihkan dari rumput dan tanaman liar lain nya membuat bedengan dengan panjang 10m, lebar 114,2 m dan tinggi bedengan 4m,membuat parit di sekeliling bedengan selebar 30-40cm memberi pupuk kandang 10-15ton tiap hektar tanah.

Apabila bedengan telah siap,benih/bibit yang diletakkan dengan arah mendatar dengan 2/3 bagian bibit terdapat dalam tanah.

Calon tunas bibit hendaknya menghadap ke arah timur. Di atas calon tunas dikupas sedikit menyamping,untuk mempercepat perkecambahan.

Pemeliharaan


Langkah pemeliharaan dilakukan dengan cara penyiraman air bila tidak ada hujan penyemprotan insektisida pada bibit atau tanah media tumbuhnya, untuk mencegah serangan rayap, melakukan penggemburan tanah pemberian pupuk N,P dan K (ZA,ZK dan TS). pesemaian dengan polybag.

Cara ini sudah umum digunakan oleh masyarakat,karena mempunyai beberapa keuntungan antara lain mudah diangkut perawatan dan pengamatan lebih mudah menghemat tempat penyimpanan bila digunakan sebagai pesemaian perkecambahan,bibit pasti tumbuh.

Seperti telah disebutkan,bahwa selain diperbanyak secara generatif,kelapa hibrida dapat juga diperbanyak dengan cara vegetatif,yaitu melalui penumbuhan sistem kultur jaringan.

Cara ini ditempuh karena kelapa merupakan tanaman berbiji tunggal yang sampai saat ini belum bisa di kembangbiakkan secara cangkokan,stek,dan lainnya.

Sistem kultur jaringan merupakan pemeliharaan atau pembe nihan suatu jaringan dari tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan media tumbuh yang tertentu susunannya.

Kelapa kopyor juga dapat dibiakkan secara vegetatif melalui sistem kultur jaringan.Adapun langkah-langkah pengerjaan pembiakan ini sebagai berikut mempersiapkan lembaga buah kelapa kopyor,pada umur 11 bulan Lembaga tersebut dipisahkan dari endosperm dan diterilkan dalam larutan Kalsium hiplo klorit selama 10 menit.

Kemudian dicuci dengan air steril (air destilata) beberapa kali lembaga dibiakkan dalam suatu media cair tertentu Media cair yang dapat dipakai adalah White modifikasi De Guzman (we) atau White modifikasi Norstog (wn) dan lain-lainnya yang mengandung 2 dekstrosa pada pH 6 dalam media cair itu,lembaga kopyor divoyang dalam centrifuge,dengan kecepatan 75 putaran menit selana 8-12 jam/hari.

Selama dalam medium cair itu,lembaga akan bertambah panjang Bakal tunas di bagian kotiledon akan muncul pada minggu ke 5-6 Setelah itu penggoyangan dalam centrifuge dihentikan,karena lembaga sudah nampak berkecambah.kecambah yang tumbuh sempurna dipindahkan ke medium padat dari jenis Murashige dan Skoog yang mendapat penambahan 6% dekstrosa,10 mg/l IAA, 0,5 mg/l IBA dan 5 arang aktif.Kecambah lembaga tersebut disimpan/diperam di ruangan yang mendapat penyinaran terang.

Intensitas cahaya mencapai 1.000 lux)selama 15 jam/hari pada suhu 240 26°C,dengan kelembapan antara 60-70%.Pertumbuhan lembaga memang menjadi lebih lambat sehingga dapat ditambahkan zat-zat perangsang IAA dan IBA seperti di atas setelah 10 minggu dalam medium padat,kecambah menghasilkan dua helai daun, pada umur 14 minggu,bibit ini sudah bisa dipindahkan ke dalam pot atau , lalu dipindah ke rumah kaca sebagai upa ya menyesuaikan diri dengan lingkungan,sebelum akhir tnya ditanam dalam kebun bibit tersebut harus dipindahkan dari jenisjenis kelapa lainnya, agar tidak terjadi perkawinan silang yang tidak dikehendaki.Bila bibit ini ditanam secara bersama-sama dengan jenis kelapa biasa, maka akan terjadi perkawinan silang sehingga persentase kopyor yang dihasilkan tetap rendah.Keuntungan dari cara pembiakan vegetatif melalui teknik kultur jaringan ini,kelapa kopyor yang dihasilkan bisa mencapai 80 dalam satu tandan.

Hal ini bila dibandingkan dengan hasil kelapa kopyor yang hanya 2-3 butir saja da lam sutu tandan,bila dibiakkan dengan cara generatif yang umum dilakukan oleh petani kelapa saat ini. Tetapi cara pembiakan vegetatif melalui teknik kultur jaringan ini masih perlu dipertimbangkan,mengingat masih adanya kelemahan-kelemahan berupa biaya pelaksanaan yang mahal,harus dilakukan di laboratorium khusus dengan peralatan lengkap serta tenaga kerja yang terampil,serta masih terlalu sulit di terapkan pada para petani.

Tata Cara Bertanam


Penanaman bibit Sebaiknya bibit dipindahkan dari pesemaian ke kebun pada awal musim hujan.Harus diperhatikan agar tanaman tidak rusak,perakaran tidak banyak yang putus kering Faktor-faktor penanaman yang berpengaruh pada produksi hasil buah adalah jarak tanam jarak tanam kelapa genjah 6×6 m jarak tanam kelapa dalam 9×9 m jarak tanam kelapa hibrida 8×8 m pembuatan lubang tanaman lubang tanaman dibuat 2 bulan sebelum penanaman dilakukan pemisahan antara lapisan tanah atas dan tanah bawah selama sebulan,masing-masing dicampur pupuk kandang sebelum dikembalikan lagi ke dalam lubang tanam.

Cara penanaman bibit sudah berumur 8 bulan,ketika dipindahkan. sebelum dilakukan penanaman,sebaiknya tanah di beri kayu penyangga pada bibit.Pemeliharaan Sampai berumur 4 tahun, tanaman kelapa memerlukan pemeliharaan yang intensif,untuk mencapai produksi buah – buah yang tinggi.

Langkah-langkah pemeliharaan tanaman kelapa meliputi penyiraman dipengaruhi oleh kondisi iklim dan sifat tanah setempat pemberian naungan bila tidak ada pohon pelindung di sekitar kebun,sebaiknya tanaman kelapa sampai berumur l tahun diberi bahan-bahan penaung khusus.penanaman tanaman penutup tanah dimaksudkan untuk meningkatkan kesuburan tanah serta menekan pertumbuhan tanaman pengganggu.

Tanaman yang dapat digunakan misalnya tanaman orok-orok, dan sebagainya yang sekaligus berfungsi sebagai pupuk hijau. Dapat juga di sela tanaman kelapa ditanami dengan tanaman sela yang bisa dipanen, seperti jagung, kacang tanah,kacang kedelai,dan sebagainya.

Cara pemupukan,dosis dan jenis pupuk tergantung pada umur pohon, jenis tanah, varietas tanaman.

Tanaman Kelapa