Cara Budidaya Bawang Daun dengan teknik baru : Lengkap

Agrotani.com Cara Budidaya Bawang Daun – Untuk meningkatkan hasil yang optimal terutama dalam budidaya bawang yang semakin hari konsumen kita sadar akan pentingnya sayuran untuk mereka konsumsi, maka kita haris mengenali dan mengetahui cara budidaya bawang daun yang baik dan benar itu seperti apa. Budidayanya sangat mudah dan kita juga bisa memanfaatkan bahan yang ada, yang pertama harus anda ketahui sebelum terlalu jauh adalah syarat tumbuh tanaman itu sendiri.

Cara Budidaya Bawang daun

Cara Budidaya Bawang Daun

Cara Budidaya Bawang Daun


1. Persiapan Benih


Tanaman bawang daun ini dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi, anda bisa menanam pada ketinggian 250-1.500 m dpl, ph 6,5 – 7,5 , ada dua cara untuk mendapatkan benih bawang daun. Benih bawang daun dapat ditanam melalui biji, namun anda bisa juga dengan cara mensetek tunas anakan (setek tunas). Jika anda ingin bibit yang bersertifikat bisa membelinya di toko pertanian atau di toko online.

Jika anda ingin mengambil bibit dengan setek tunas, sebaiknya anda memilih indukan yang sehat, tidak terserang hama penyakit, tumbuh subur, dan tidak kurus. Untuk memperbanyaknya anda cukup memisahkan anakan dari indukan. Jadi dari kedua cara ini anda bisa memilih salahsatunya. Intinya kalau anda menanam dari biji maka anda harus menyemainya terlebih dahulu, namun jika setek dari indukan, sebagai gambaran jika kebutuhan 100 m² dibutuhkan 2.000 setek bawang daun atau 20 g benih dan itu bisa dilakukan langsung dilahan tidak perlu menyemainya terlebih dahulu.

2. Pembibitan


Dari dua cara kita mendapatkan bibit, saya tidak akan menjelaskan untuk mendapat bibit dari setek. Cara setek bisa dilakukan dengan dilahan dan umumnya petani kebanyakan budidaya menggunakan cara setek. Jika anda mau mendapatkan bibit dari biji maka bisa mengikuti tahapan berikut ini :

Cara Budidaya Bawang Daun

Cara Budidaya Bawang Daun

Tahapan pembibitan
1. Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 2 m. Lakukan pencakulan lahan terlebih dahulu agar tanah gembur.
2. Berikan pupuk dasar seperti pupuk kandang atau pupuk kompos 50 kg kedalam bedengan, cangkul dan aduk hingga merata kemudian ratakan bagian atasnya.
3. Bibit atau biji-biji bawang daun di taburkan kemudian tutup dengan bagian tanah bagian pertama tipis-tipis.
4. Siram dengan sprayer yang halus. Biasanya biji akan tumbuh setelah 1 minggu.
5. Rawat bibit yang anda tanam hingga cukup besar, bibit bawang daun jika yang sudah siap untuk dipindahkan ke lahan ditandai dengan tumbuh daun 3 – 4 helai. Sebaiknya jangan terlalu tua untuk di pindahkan ke lahan.

3. Penanaman


Saya anggap anda sudah mendapatkan bibit yang tadi kita bahas diatas, setelah bibit siap untuk dilepas ke lahan persiapan untuk penanaman dilakukan dengan :

1. Ukuran lebar bedengan yang banyak digunakan adalah 1 meter dan panjangnya mengikuti luas kebun anda. Jarak antar bedengan 30 cm dan tinggi 30 cm. Saya yakin anda bisa membuat bedengan dengan ukuran tersebut.

2. Setelah berbentuk bedengan anda harus mencampurkan pupuk, campuran pupuk ini sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Kebutuhan pupuk menyesuaikan dari luas lahan anda, namun saya akan memberikan gambaran dosis pemberian agar pengeluaran kita tidak terlalu banyak. Contoh : Jika luas lahan 100 m² maka kebutuhan pupuk kandang yang anda butuhkan adalah 1 kuintal. Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos yang matang, ciri-ciri pupuk yang sudah matang itu tidak berbau. Campurkan pupuk kandang ini dengan tanah bedengan dan ratakan, jika anda memiliki modal besar saran saya gunakan lah mulsa untuk menekan pertumbuhan gulma dan masih banyak lagi manfaat dari mulsa.

Untuk membuat lubang tanam jika anda menggunakan mula bisa menggunakan kaleng bekas untuk membuat lubang tanam. Setelah lubang tanam dibuat barulah kita masukan bibit yang sudah kita siapkan tadi kedalam lahan bedengan.

3. Terserah anda ingin membuat jarak tanam berapapun, namun sepengetahuan saya jarak tanam itu mempengaruhi pertumbuhan mereka dalam perkembangan tubuhnya. Saya jika berbudidaya bawang daun sudak membuat lubang tanam dengan 20 cm x 25 cm.

4. Tanam bibit atau setek tunas. Jika anda menanam dari setek tunas maka anda perlu memotong bagian akar namun jangan semuanya dipotong dan daun juga dipotong untuk mengurangi penguapan. Usahakan ketika menanam anda posisikan bibit tersebut tegak lurus dan tanah urugan dipadatkan agar perakaran kuat.

5. Sebaik-baiknya anda menanam tanpa penyiraman mungkin akan sia-sia saja. Lakukan penyiraman dan cek kelembaban tanah jika masih lembab maka anda tidak perlu menyiramnya. Ada daerah petani yang memiliki kebun dengan tadah hujan jadi pengiritan dalam penyiraman sangat dibutuhkan sekali untuk mereka.

Cara Budidaya Bawang Daun

Cara Budidaya Bawang Daun

4. Pemeliharaan


Pemeliharaan utuk bawang daun dari mulai tanam hingga menjelang panen memang membutuhkan waktu dan kesabaran kita. Pemeliharaannya cukup mudah, disini ada beberapa fase seperti penambahan pupuk, penyiraman, penyiangan dan lain-lain.

1. Penyiangan
Penyiraman yang dilakukan sebaiknya dilakukan setiap hari. Pada pagi hari sebaiknya jangan melewati pukul 10.00 dan sore hari kurang dari pukul 16.00. Lakukan penyiraman sampai bagian tanah benar-benar dapat dipastikan basah secara merata.

2. Penyiangan, Pendangiran dan Pembumbunan
Semua pekerjaan Penyiangan, Pendangiran dan Pembumbunan dapat dilakuakan secara berbarengan. dengan mencangkul bagian-bagian yang terdapat di bedengan anda sudah melakukan Penyiangan, Pendangiran dan Pembumbunan agar tanah gembur dan merapikan bedengan yang tanahnya mengalami longsor dan jangan lupa untuk membumbun agar perakaran kuat.

3. Pemupukan
Pemupukan dilakukan setelah 3 minggu di hitung setelah tanam. Untuk luas lahan 100 m², dosisi pupuk urea yang dihasilkan adalah 2 kg. Setelah tanaman berusia 1,5 bulan baru kita lakukan pemupukan yang kedua dengan dosis urea 1 kg. Larutan disekitar larika jraknya antara 5 cm dan di taruh pupuknya di kanan dan kiri tanaman.

Baca artikel selanjutnya :

Tanaman Bawang Daun