Batasan Pengertian Wirasuasta Dan Agribisnis

ID 2639

Agribisnis

AGROTANI.COM – Pengertian secara Umum Definisi kewirausahaan dan wiraswasta tidaklah jauh berbeda apabila dilihat dari bahasa Sansekerta. Hanya maknanya yang berbeda, yaitu wiraswasta terdiri dari tiga suku kata “wira” “swa”, dan”ta”. “Wira” berarti manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan pendekar, kemajuan dan memiliki keagungan watak; “swa” artinya sendiri; dan’sta” artinya berdiri. Apabila disamakan dengan saudagar, maka’sau” artinya seribu dan”dagar” artinya akal. Oleh karena itu, saudagar artinya seribu akal (Taufik Rasyid, 1981: hlm 4). Dengan demikian definisi lengkap wiraswasta adalah keberanian, ke- utamaan, serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecah kan permasalahan hidup dengan kekuatan mandiri (Wasti Soenanto, 1984: hlm 43).

Contoh teladan manusia-manusia wiraswasta adalah saudagar terkenal di indonesia antara lain di Indonesia timur :

  • HM. Jusuf Kalla gK)
  • Aksa Machmud
  • Haji Latunrungi
  • Oom Willem (PT, Astra)
  • Probosutejo (PT Mercubuana)
  • Ciputra
  • Bakri Brothers
  • Sumatra Utara
  • Dr. H. Rahmat Shah (PT. Unitwin Indonesia).

1. Wirausaha adalah orang yang memiliki pandangan ke depan terhadap produksi barang dan jasa selanjutnya mewujudkan suatu penciptaan barang dan jasa tersebut sehingga menjadi pelaku dalam ekonomi terhadap permintaan atas produksi,

2. Wirausaha adalah orang yang berkemampuan dalam menciptakan usaba yang baru, memiliki paham tersendiri akan kebutuhan masyara- kat dan mewujudkannya menjadi suatu produk yang memiliki nilai guna melalui manajemen sumber daya ekonomi yang terbatas,

3 Wirausaha adalah manusia-manusia yang ekstrim dalam melihat dan membaca situasi benda yang tidak bernilai (lmbah) menjadi bernilai tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan keuntungan bagi pelakunya.

4. Wirausaha adalah seseorang yang memiliki ide cemerlang dalam me- ngelola sumber daya untuk mendapat keuntungan yang maksimum.

PENGERTIAN SECARA AGRIBISNIS

1. Wirausaha yang menggerakkan usaha bisnisnya dalam lingkup basis perkebunan, peter- Pertanian ftanaman pangaa dan hortikultura, inakan, perikanan, dan kehutanan). Mulai dari subsistem hulu(up- tumbuhanhewan, agrobisnis pupuk. seperti perbenihan pestisida vaksin ternak, dan agro otomotif(alsintan) inti dan alat pertanian dan industri pendukungnya,

2. Wirausaha yang berguna dalam subsistem usaha tani (on farm snbinin, yakni kegiatan yang menggunakan barang barang modal dan sumber daya alam untuk menghasilkan produk pertanian primer dalam lingkup usaha tani tanaman pangunhortikultura, perkebunan, perikanan, dan kehutanan.

3. Wirausaha yang bekerja dalam subsistem pengolahan (down streum agribinin, yakni industri yang mengolah komoditas pertanian primer agroindustri) menjadikan suatu barang setengah jadi maupun barang jadi (finith good), seperti keragaman komoditas, gaplek tepung tapioka, CPO minyak Boreng, biji kakao cokelat, susu segar sapi susu kaleng. ikan segar ikan kaleng, getah pinus minyak cat.

4 wirausaha adalah mereka yang bekerja dalam bidang perdagangan hasil-hasil pertanian dalam arti baik produk primer maupun hasil akhir agroindustri di dalam negeri maupun ekspor. Termasuk di dalaninya kegiatan distribusi untuk memperlancar arus barang dari (konsumen/promosi, informasi sentra produksi ke sentra pusat pasar pasar dan intelijen pasar(marketing inteligence).

5. Wirausaha yang dalam sistem jasa bagi agribisnis hulu sampai farming sistem dan agribisnis hilir seperti Kios Tani. jasa pergudangan. coklstorace, asuransi pertanian, dan transportasi darat, laut, dan udara serta permodalan(pembiayaan)

DORONGAN KEINGINAN MENJADI WIRAUSAHA

Sejerah Singkat Semakin maju pendidikan. semakin maju suatu negara karena anak bangsa semakin cerdas dalam berpikir. Namun kenyataan yang dihadapi pemerintah dewasa ini terkendala makin banyaknya sarjana perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, yang menganggur. Hal ini disebabkan situasi ekonomi makro Indonesia belum mampu memicu investasi di sektor swasta, laju pertumbuhan investasi lebih kecil dibandingkan laju pertumbuhan angkatan kerja yang ada.

Dampak kesemuanya itu, lulusan sarjana (s1 maupun S2) berlomba-lomba masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena mereka beranggapan menjanjikan hidup lebih baik dan terjamin di masa tua(pensiun), walaupun gaji yang diterima pas-pasan.

Paradigma ini sebenarnya merupakan peninggalan penjajah Hindia Betanda Dambuan orang desa zaman dulu adalah setelah lulus sekolah sang anak menjadi dereci di Kantor Asisten Demang(Kantor Camat) pada zaman Hindia Belanda. Pada masa itu sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani yang menjadi pedagang atau saudagar hanya Cina dan Arab yang disebut orang Timur Ating orang pribumi (rlander) hanya bertani, bercocok tanam setelah kemerdekaan bangsa Indonesia tercapai, dorongan untuk duduk di kursi pemerintahan cukup kuat sehingga golongan abangan dan santri ingin menguasai pemerintahan baru, mengganti pegawai Belanda. Dan yang sekarang menggantikan posisi tersebut adalah PNS (KORPRI) atau sama dengan Abdi Dalam di zaman Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta, sinonim dengan Abdi Negara.

Referensi

Pasaribu H. Musa Ali. Kewirausahaan Berbasis Agribisnis . 2012. – Ed. I. – Yogyakarta, ANDI

Wirausaha