Analisis Pendapatan Usahatani Padi Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo

ID 3173

Penulis : Dinar, S.P., M.P.
(Dosen Tetap Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNMA)

Agrotani.com – Pendapatan adalah keuntungan atau hasil yang diperoleh petani dari hasil produksinya. Seorang petani dapat memperoleh keuntungan atau profit yang maksimum asalkan petani melakukan tindakan dengan cara meningkatkan hasil produksinya. Pendapatan merupakan salah satu faktor ekonomi yang paling penting bagi petani.
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam mengelola usahataninya meliputi biaya pembelian pupuk dan pestisida,biaya peralatan produksi serta upah tenaga kerja. Perbedaan produksi dengan biaya produksi menyebabkan keuntungan yang diperoleh setiap petani berbeda. Untuk mengetahui rata-rata pendapatan yang diterima oleh para petanir sebelum dan setelah menerapkan teknologi sistem tanam jajar legowo dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Tabel. Jumlah Rata-rata Biaya Produksi Penerimaan dan Pendapatan Per Luas Lahan ( 0,56 Ha ) Dalam Berusahatani Padi Sawah sistem tanam jajar legowo

Berdasarkan Tabel diatas menunjukan bahwa penerapan sistem tanam jajar legowo lebih menguntungkan dibanding dengan sistem tegel dengan rata-rata pendapatan Rp. 7.035.696/luas lahan, meskipun biaya usaha tani lebih tinggi namun produksinya lebih meningkat sekitar 15 % dari 2.650 Kg/luas lahan menjadi 3.242 Kg/luas lahan sehingga terdapat selisih keuntungan sebesar Rp. 2.487.696,- . Terjadinya peningkatan produksi padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo mampu meningkatkan produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani padi sawah dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Peningkatan produksi padi tidak terlepas dari kerja keras petani yang mau mengadopsi paket teknologi dengan sistem tanam jajar legowo dan petani padi sudah sadar pentingnya menerapkan sistem tanam ini karena terbukti dilapangan terjadi peningkatan produksi yang sangat signifikan. Tingkat pendidikan seseorang dapatmengubah pola pikir, daya penalaran yanglebih baik, sehingga makin lamaseseorangmengenyam pendidikan akan semakinrasional. Secara umum petani yang berpendidikantinggi akan lebihbaik caraberfikirnya, sehingga memungkinkanmereka bertindak lebih rasional dalammengelola usahataninya.Sebagaimanadinyatakan Soekartawi (1988) bahwamereka yang berpendidikan tinggi adalahrelatif lebih cepatdalam melaksanakanadopsi teknologi. Begitu pula sebaliknya,mereka yang berpendidikan rendah agaksulit untuk melaksanakan adopsi inovasidengan cepat.

Tingkat adopsi sistem tanam jajar legowo padi oleh petani adalah penerapan ide- gagasan, praktek atau teknologi dengan menggunakan sistem jajar legowo yang dilakukan petani dalam praktek pertaniannya. Tingkat adopsi ini dapat diukur dengan melihat waktu atau lamanya adopsi, kesesuaian prosedur, serta keberlanjutan adopsi.
Perilaku petani yang diakibatkan oleh adanya kegiatan penyuluhan menghasilkan perubahan tingkat pengetahuan, kecenderungan sikap petani terhadap sesuatu hal yang baru. Perubahan perilaku petani juga dapat dipengaruhi oleh faktor karakteristik petani. Karakteristik petani yaitu diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada individu sehingga menjadikan individu tersebut berbeda dengan individu lainnya. Ciri tersebut antara lain umur, tingkat pendidikan formal, luas lahan, pengalaman usahtani, dan jumlah tanggungan keluarga.

Agribisnis