Pesona Pisang Apuy, Keunggulan Lokal Majalengka

591 views Di BERITA

Agrotani.com – Pesona Pisang Apuy, Keunggulan Lokal Majalengka – Berbicara tentang Kabupaten Majalengka, sebetulnya masih banyak kekayaan atau keunggulan-keunggulan lokal yang belum diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di luar Majalengka. Dalam dua tahun terakhir, promosi tentang keunggulan daerah yang dimiliki Majalengka memang mulai menggeliat, seperti tempat-tempat pariwisata, Bandara internasional, makanan atau kuliner khas, dan lain-lain. Hanya saja, promosi yang sudah ada masih belum cukup menggambarkan semua pesona yang dimiliki oleh Majalengka terutama tentang produk-produk agribisnisnya, seperti buah durian, buah kesemek, dan masih banyak yang lain.



Salah satu keunggulan lokal yang akan dibahas di sini adalah buah pisang apuy. Masyarakat Majalengka secara umum mengetahui bahwa pisang apuy banyak dibudidayakan di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura. Pisang yang satu ini dikenal dengan rasanya yang enak, dagingnya yang empuk dan wangi. Karena rasanya itulah, harganya pun lebih tinggi dibanding jenis pisang lainnya. Terkadang orang sengaja mencarinya untuk dijadikan hidangan tamu atau untuk dibawakan sebagai oleh-oleh. Tampilan kulit luarnya memang tidak terlalu menarik, akan tetapi ternyata hal tersebut tidak menurunkan kualitasnya dan tetap saja orang mencarinya karena rasanya yang lezat. Pisang apuy sendiri sebetulnya masuk ke golongan pisang raja. Di priangan, pisang apuy dikenal dengan panggilan pisang raja cere’ (sereh) karena baunya yang harum, sedangkan apuy merupakan nama lain untuk daerah (Blok) di Argamukti yang menjadi jalur pendakian ke gunung Ciremai.


Desa Argamukti merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan argapura, letaknya di ujung akhir kecamatan Argapura sekaligus sebagai akses pendakian menuju gunung ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Argalingga, sebelah timur dengan tanah kehutanan di kaki gunung Ciremai, sebelah selatan dengan Desa Tejamulya, dan sebelah barat dengan Desa Sukadana. Mayoritas warga desa memiliki mata pencaharian sebagai petani, dengan andalan usahataninya adalah sayuran hortilultura, seperti bawang merah, bawang daun, kentang, kubis, sawi dan wortel. Selain sayuran, ditanam juga padi dan palawija. Pada kenyataannya, kecenderungannya petani lebih memilih menanam sayuran dibanding menanam pisang apuy untuk dijadikan penghasilan utama.


Segayut permasalahan atau hambatan masih menyelimuti perkembangan buah yang dianggap salah satu keunggulan lokal Majalengka ini. Beberapa permasalahan tersebut antara lain :


1) Masih terbatasnya produksi pisang apuy; 2) Masalah yang pertama akan mendorong timbulnya masalah berikutnya, terbatasnya ketersediaan dan pemasaran pisang apuy. Masalah yang pertama yaitu terbatasnya produksi ( budidaya) dikarenakan beberapa hal. Menurut salah satu hasil penelitian Fakultas Pertanian Universitas Majalengka, hal tersebut dikarenakan dua hal, pertama, waktu panen yang relatif lebih lama dibandingkan dengan tanaman sayuran yang menjadi pilihan petani Argamukti, yang rata-rata tanaman pisang apuy baru bisa dipanen sekitar mulai bulan ke-tujuh sedangkan tanaman sayuran seperti kubis, wortel, bawang yang sudah bisa dipanen antara 2-3 bulan, bahkan beberapa tanaman seperti petsai dapat dipanen 1-2 bulan setelah tanam.


Pilihan ekonomis ini yang mengakibatkan para petani lebih memilih banyak membudidayakan sayuran dibanding pisang apuy; kedua, ada pendapat umum (common opinion) yang menyatakan bahwa pisang apuy baru bisa dibudidayakan optimal dan dapat menghasilkan rasa yang lezat jika hanya ditanam di sekitar Desa Argamukti. Pendapat ini pun dibenarkan oleh para petugas Instansi terkait, seperti penyuluh atau Dinas Pertanian.Hanya saja, tentu semestinya hal ini dikaji lebih lanjut tentang optimalitas budidaya pisang apuy, termasuk kondisi geografisnya dan lain-lain. Hal ini lah yang saat ini menjadi bahan pemikiran, penelitian serta pengabdian Fakultas pertanian Universitas Majalengka, baik para dosen maupun mahasiswa.


Masalah yang kedua, mengenai masih terbatasnya ketersediaan dan pemasaran pisang apuy. Saat ini pemasaran pisang apuy, masih terbatas di pasar lokal daerah seperti pasar Maja, pasar Sindangkasih, pasar Rajagaluh dan Kadipaten. Selain di pasar lokal, pisang apuy juga banyak dipasarkan dalam bentuk pesanan oleh-oleh atau dipasarkan di beberapa tempat event, seperti di alun-alun Majalengka ketika hari minggu pagi. Di sinilah perlu sentuhan pemasaran yang lebih modern di dalam memasarkan pisang apuy.


Jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati dan kekayaan hayati lokal, tentu kiranya pisang apuy dapat dikategorikan sebagai salah satu kekayaan hayati lokal Kabupaten Majalengka. Walaupun seperti yang diutarakan di atas, bahwa hal ini perlu pengkajian lebih lanjut. Seperti halnya tanaman mangga gedong gincu yang sudah terkenal, baik di nasional maupun ke mancanegara. Strategi pengembangan pisang apuy sebagai salah satu keunggulan lokal Majalengka perlu dirumuskan dengan tepat, baik strategi jangka pendek maupun jangka panjang. Harapannya, pisang apuy dapat betul-betul memasyarakat, menasional, dan mendunia.



Oleh : Jaka Sulaksana*

*) Dosen tetap Prodi Agribisnis Faperta-UNMA

 

Buat pertanyaan

Tag : #Majalengka #Tanaman Pisang

Zenzen Zainudhin
Seni adalah bertani

Panduan umum cara menanam pisang supaya berbuah lebat
Panduan umum cara menanam pisang supaya berbuah lebat
Terbentuknya Forum Penyuluh Pertanian Swadaya Majalengka
Terbentuknya Forum Penyuluh Pertanian Swadaya Majalengka