Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam

Di PERTANIAN

Agrotani.com – Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam – Ketika melakukan budidaya tanaman, termasuk budidaya tanaman nilam, yang harus diwaspadai adalah terserangnya tanaman dari hama dan penyakit. Apabila tanaman sudah terserang hama dan penyakit maka harus segera di waspadai. Karena terserangnya tanaman bisa berakibat fatal terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman.

Maka dari itu, mari kita mengenal apa saja hama tanaman nilam dan penyakit tanaman nilam yang sering menyerang. Kemudian cari tau cara-cara pengendalian hama penyakit tersebut. Dengan mengenal keduanya, maka kita bisa mensiasati apabila ada serangan hama dan penyakit. Sehingga tanaman nilam yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan sehat.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam


Hama Tanaman Nilam


  1. Ulat penggulung daun (Pachyzaneba stutalis).

Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh. Pada serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja.

Pengendalian :

Belajar Agrotani Melalui Video : Belajar Lewat Video

  • Kumpulkan dan musnahkan bagian tanaman yang terserang. Lakukan sistem monitoring (pengamatan) yang ketat pada areal terserang untuk menghindari terjadinya peledakan populasi. Monitoring dilakukan dengan cara mengamati saat munculnya gejala awal kerusakan daun akibat serangan larva stadia muda. Mengingat siklus hidup hama ini berkisar antara 38 – 42 hari, maka monitoring perlu dilakukan setiap bulan sejak tanaman berumur satu bulan sampai saat panen.
  • Gunakan ekstrak mimba dan bioinsektisida (Beauveria bassiana). Cara ini walaupun tidak mematikan secara langsung, tapi efektif dan tidak mencemari lingkungan.

  1. Belalang (Orthoptera).

Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Pada serangan berat, batang tanamannya dimakan dan akhirnya mati. Jenis belalang yang banyak merusak tanaman nilam adalah belalang kayu (Valanga nigricornis) dan belalang daun (Acrida turita). Belalang kayu dapat menyebabkan kerugian hasil 20% – 25%, karena belalang tersebut berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya bila tanaman sudah habis dimakannya. Batang dan cabang tanaman sering patah akibat gigitannya sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Belalang daun biasanya memakan daun mulai dari pinggir atau tengah sehingga terbentuk bekas gigitan melingkar atau lonjong. Adakalanya belalang ini juga merusak batang dan ranting tanaman.

Pengendalian :

  • Sanitasi lingkungan.
  • Pengolahan tanah yang baik dapat membunuh telur belalang kayu sebelum menetas.
  • Menggunakan musuh alami seperti cendawan Metarhizium anisopliae

  1. Tungau merah (Tetranychus sp.)

Tungau merah pada umumnya menyerang daun tua dan muda. Tungau hidup berkelompok di permukaan daun bagian bawah, merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun. Gejala serangan memperlihatkan bercak-bercak putih. Semakin lama bercak semakin melebar. Selain itu juga memperlihatkan gejala daun berlekuk-lekuk tidak teratur. Pada tingkat serangan berat daun akan rontok. Kerugian hasil dapat mencapai 15% – 25%.

Pengendalian:

  • Pemangkasan (pemetikan daun), untuk mencegah meluasnya serangan. Pemetikan dilakukan pada saat populasi tungau masih rendah. Pemetikan yang dilakukan sedemikian rupa dapat menyebabkan terbuangnya telur­telur dan tungau dewasa.
  • Tanaman perangkap, dengan menanam tanaman ubi kayu dan jarak (Ricinus communis) sebagai “barrier”.
  • Penggunaan musuh alami seperti Phytosentulus persimlis, P.macro pelts (menyerang telur dan nimfa), dan Coccinelids
  • Penyemprotan dengan insektisida nabati (ekstrak biji mimba) dosis 100 gil

  1. Criket pemakan daun (Gryllidae).

Memakan daun muda sehingga daun berlubang­. lubang dan produksi turun. Pengendalian dilakukan dengan cara: sanitasi lingkungan.


Penyakit Tanaman Nilam


Penyakit utama tanaman nilam yang sangat perlu diwaspadai, karena dapat menurunkan produksi dan mutu minyak adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit layu bakteri

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri Ralstonia solanacearum dan umumnya timbul karena bibit yang digunakan sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Kerugian hasil akibat layu bakteri diperkirakan dapat mencapai 60% – 95%. Gejala awal serangan penyakit berupa salah satu daun pucuk layu dan diikuti dengan daun bagian bawah. Setelah terlihat gejala lanjut dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman akan mati dalam waktu 7 – 25 hari. Jaringan akar dan batang tanaman yang terinfeksi membusuk, dan warna agak hitam. Irisan batang berwarna coklat kehitam­hitaman sepanjang jaringan cabang yang layu. Bila bagian cabang yang layu dipotong akan terlihat lendir berwarna seperti susu, begitu juga bila direndam dalam air bersih.

Cara pengendalian:

  • Sanitasi dan eradikasi (pemusnahan) untuk mengurangi inokulum (sumber penyakit).
  • Memberakan Iahan yang sudah terinfeksi bakteri selama 2-3 tahun dan mencabut tanaman terserang serta membakar atau menguburnya.
  • Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang bakteri layu seperti padi dan jagung.
  • Memperbaiki saluran drainase pada waktu curah hujan tinggi.
  • Menggunakan bibit yang berasal dari tanaman sehat pada kebun yang belum terserang penyakit layu.
  • Menggunakan pestisida untuk mencegah penularan.
  • Menanam varietas toleran seperti sidikalang.

  1. Penyakit Budok (Hoprosep)

Penyebabnya adalah virus. Gejala penyakit terlihat pada batang yang membengkak, menebal dan daun yang berkerut keriting dan tebal, dengan permukaan bawah berwarna merah, permukaan atas daun menguning karena kekurangan unsur hara. Terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Penyakit ini tidak sampai mematikan tanaman secara total, tetapi menyebabkan produksi dan mutu daun merosot, bahkan tidak dapat dipanen secara ekonomis.

Cara pengendalian:

  • Teknik budidaya: sanitasi kebun, alat-alat kerja steril, pengolahan tanah yang baik serta budidaya nilam secara menetap, penggunaan bibit yang sehat, penggunaan mulsa (jerami padi, ampas nilam atau alang-alang), pemberian pupuk kandang dan abu sekam (10 ton/ha).
  • Kimiawi: dengan pestisida lengkap (Agrep + Cobox + Curater + Azodrin).

  1. Penyakit yang disebabkan oleh nematoda

Kerusakan akar pada nematoda menyebabkan berkurangnya suplai air ke daun, sehingga stomata menutup, akibatnya laju fotosintesa menurun. Beberapa jenis nematoda yang menyerang tanaman nilam antara lain Pratylenchus brachyurus, Meloidogyne incognita. Gejala serangan nematoda terutama nampak pada warna daun yang berubah menjadi kecoklatan atau kemerahan. Selain itu, perlu diperhatikan tanaman inang yang telah ada di lokasi sebelum dipergunakan untuk menanam nilam. Tanaman inang nematoda antara lain : pisang, jahe, tomat, kacang tanah dan lain-lain

Penanggulangan serangan nematoda, selain dengan varietas yang tahan/toleran, juga dengan agen hayati (Pasteuria penetrans, Arthrobotrys sp., jamur penjerat nematoda, dan pestisida nabati (serbuk biji nimba, bungkil jarak), nematisida, dan budidaya pupuk organik.


Demikianlah Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam , semoga paparan di atas bisa bermanfaat ketika tanaman nilam yang anda budidayakan terserang hama dan penyakit. Bisa juga untuk menjadi antisipasi sebelum terserang hama dan penyakit. Untuk lebih jelas tentang panduan Budidaya Tanaman Nilam, silahkan baca juga artikel artikel berikut ini :

  1. Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya
  2. Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
  3. Cara Budidaya Tanaman Nilam Panduan Lengkap
  4. Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam
  5. Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
  6. Pengolahan Minyak Nilam
  7. Alisis Usahatani Budidaya Tanaman Nilam

Buat pertanyaan

Tag : #Tanaman Nilam

author
Penulis: 
Cara Pengolahan Minyak Nilam dengan Mudah
Cara Pengolahan Minyak Nilam dengan Mudah
Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
Cara Budidaya Tanaman Nilam Panduan Lengkap
Cara Budidaya Tanaman Nilam Panduan Lengkap
Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya
Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya