Cara Budidaya Tanaman Nilam Panduan Lengkap

Di PERTANIAN

Agrotani.com – Cara Budidaya Tanaman Nilam – Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri. Tanaman Nilam ini memiliki nama latin Pogostemon cablin. Saat ini banyak petani yang membudidayakan tanaman nilam, karena hasil dari tanaman ini sangat bernilai jual tinggi. Minyak yang dihasilkan dari tanaman nilam ini sangat banyak sekali manfaatnya, salah satunya adalah sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Karena banyaknya manfaat tersebut, tak aneh jika permintaan terhadap minyak nilam cukup tinggi. Maka dari itu pada kesempatan kali ini Agrotani akan membahas panduan lengkap cara budidaya tanaman niam. Mau tau? mari simak paparan berikut ini.

Cara Budidaya Tanaman Nilam

Cara Budidaya Tanaman Nilam


Bahan Bibit Tanam Tanaman Nilam


Tanaman nilam yang banyak dibudidayakan yaitu dari jenis nilam Aceh, karena kadar minyak (2,5°A) – 5%) dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari jenis nilam jawa dan nilam sabun. Secara visual (penglihatan) nilam Aceh dapat dibedakan dari nilam jawa dari daunnya.

Permukaan daun nilam Aceh halus, tepi daun bergerigi tumpul dan ujung daunnya runcing, sedangkan nilam jawa permukaan daun kasar, tepi daun bergerigi runcing dan ujung daun meruncing.

Belajar Agrotani Melalui Video : Belajar Lewat Video

Terdapat tiga varietas nilam dari jenis nilam Aceh yang sudah dilepas yaitu varietas Tapak Tuan, Lhokseumawe dan varietas Sidikalang. Secara visual ketiga varietas tersebut dapat dibedakan dari pangkal batangnya.

Pangkal batang varietas Tapak Tuan hijau berwarna sedikit ungu, varietas Lhokseumawe lebih ungu dan varietas Sidikalang paling ungu. Ketiga varietas tersebut memiliki keunggulan masing-masing.

Untuk perbanyakan tanaman, gunakan bagian tanaman yang berasal dari varietas unggul, sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Ambil batang atau cabang setek yang berdiameter 0,8 – 1,0 cm, dengan panjang setek 10 – 20 cm dan paling sedikit mempunyai 3 atau 4 mata tunas. Setek diambil dari cabang yang sudah cukup umur, dan berasal dari tengah-tengah cabang. Kebutuhan tanaman ± 20.000 ton/ha tanaman, belum termasuk bagian tanaman untuk penyulaman.


Pembibitan Tanaman Nilam


Setek batang atau setek cabang dapat langsung ditanam di lapang, namun cara ini kurang efisien karena seringkali banyak setek yang mati sehingga harus banyak disulam dan pertumbuhan tidak merata. Sebaiknya setek nilam disemaikan terlebih dahulu.

Tanah yang digunakan untuk persemaian dipilih tanah yang gembur dan datar, dekat dengan sumber air dan bersih dari tanaman. Media persemaian sebaiknya campuran dari tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 (2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian pasir).

Sebelum disemai, rendam setek dalam air. Buang daun pada buku yang akan dibenamkan, kemudian padatkan tanah di sekelilingnya. Beri pupuk daun pada setek seminggu sekali. Sekitar umur 1,5 bulan bibit siap ditanam.


Persiapan Lahan Tanaman Nilam


Sebelum bibit ditanam, bersihkan lahan dari segala jenis rerumputan, kayu dan semak belukar. Setelah itu dicangkul dan diolah hingga gembur secara merata. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan secara intensif.

Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm dan dalam 30 cm. Selanjutnya buat parit pembuangan air dengan ukuran lebar 30 cm – 40 cm dan dalam 50 cm.


Penanaman Tanaman Nilam


Penanaman nilam dilakukan dengan jarak 90 – 100 cm antar barisan dan 40 – 50 cm dalam barisan. Sesuaikan jarak tanam yang digunakan dengan kondisi lahan. Pada lahan yang datar dan terbuka, gunakan jarak tanam yang lebih lebar (100 cm x 50 cm) sehingga tidak saling menutupi dan sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan tanah.

Pada lahan yang miring (15%) jarak antar barisan lebih lebar, dan jarak dalam barisan lebih rapat (40 cm) dan arah barisan menurut kontur. Pada tanah dengan kesuburan yang tinggi jarak tanam sebaiknya 100 x 100 cm.

Penanaman dapat dilakukan dengan menanam setek langsung di lapang atau menggunakan bibit. Bila menanam dengan setek langsung di lapang, gunakan 2-3 setek/lubang dan bila menggunakan bibit, tanam satu bibit per lubang.

Tanaman nilam dapat ditanam secara monokultur, tumpangsari, tumpang gilir atau budidaya lorong dengan tanaman perkebunan, buah-buahan, sayuran atau tanaman lainnya. Sebaiknya, tanaman nilam ditanam secara tumpang sari dengan komoditas andalan Lampung seperti lada, kopi, dan kelapa.


Pemupukan Tanaman Nilam


Tanaman nilam membutuhkan tambahan hara berupa pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau, dan anorganik seperti urea, SP-36 dan KCI. Berikan pupuk organik pada saat tanam sebanyak 1-2 kg per-lubang dan pupuk anorganik satu bulan setelah tanam atau, setelah panen.

Berikan pupuk anorganik dengan dosis 180 kg urea + 90 kg SP-36 + 90 kg KCI per hektar. Pemupukan pertama dilakukan pada umur tanaman 1 bulan, dengan dosis 1/3 bagian urea, SP-36 dan KCI. Pemupukan kedua pada umur tanaman 3 bulan bagian urea. Pemberian pupuk setelah panen dengan dosis 1/2 bagian urea + 1/2 bagian SP-36 + I/2 bagian KCI + 2 kg pupuk organik.


Pemeliharaan Tanaman Nilam


Untuk mempertahankan air, terutama pada musim kemarau, gunakan mulsa belukar atau alang-alang. Beri mulsa pada tanaman nilam yang baru dipanen, untuk merangsang    pertumbuhan  tunas-tunas     baru.    Bila perkembangan kanopi cukup lebar, lakukan pemangkasan, sehingga tanaman tidak saling menutupi.

Selain menggunakan mulsa, tanaman perlu dilakukan penyiangan nilam. Pada saat tanaman berumur satu bulan atau saat gulma mulai tumbuh. Penyiangan perlu dilakukan untuk mengurangi persaingan tanaman dengan gulma dalam pengambilan unsur hara dan air dari tanah. Selain itu, gulma merupakan inang bagi hama dan penyakit tanaman.

Lakukan pembumbunan pada saat tanaman berumur 3 bulan dan setelah panen. Pembumbunan dilakukan agar tanah tetap gembur dan pertumbuhan akar pada cabang dekat permukaan tanah terpacu.


Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Nilam :


  1. Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya
  2. Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
  3. Cara Budidaya Tanaman Nilam Panduan Lengkap
  4. Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam
  5. Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
  6. Pengolahan Minyak Nilam
  7. Alisis Usahatani Budidaya Tanaman Nilam

 

Buat pertanyaan

Tag : #Tanaman Nilam

author
Penulis: 
Cara Pengolahan Minyak Nilam dengan Mudah
Cara Pengolahan Minyak Nilam dengan Mudah
Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
Panen Dan Pasca Panen Tanaman Nilam
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam
Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
Syarat Tumbuh Tanaman Nilam
Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya
Mengenal Tanaman Nilam dan Proses Budidaya