Cara Budidaya Bengkuang Organik Hasil 2 Kali Lipat

Di PERTANIAN

Agrotani.com – Tenteusaja mudah dan kami yakin anda bisa melakukannya dengan cara budidaya bengkuang organik ini, diharapkan anda bisa menanam dengan produksi tinggi. Saya mengerti kenapa anda kesulitan dalam pembelajaran budidaya, namun yang saya jelaskan ini hanya gambaran saja. Saya membuat video dan bisa anda tonton untuk lebih jelasnya.

Yang pertama yang harus anda ketahui adalah kebiasaan bengkuang, mulai dari syarat tumbuh dan hingga panen. Tanaman ini bisa panjang hingga 5-6 meter dengan kebiasaan menjalar dan membelit. Mereka membutuhkan perawatan anda untuk tumbuh secara maksimal jadi lakukan yang terbaik untuk menumbuhkan tanaman ini.

Langkah-langkah Budidaya Bengkuang :

  1. Kenali syarat tumbuh tanaman bengkuang
  2. Pilih varietas unggul
  3. Seleksi bibit untuk ditanam
  4. Siapkan lahan dan mulai memberikan pupuk
  5. Perawatan dengan memangkas bunga
  6. Cegah hama dan penyakit
  7. Panen setelah 4 bulan

Syarat Tumbuh


  • Daerah Ideal: Dataran rendah
  • Maksimal Ketinggian Daerah : 1500 mdpl
  • Ketinggian : 200-800 mdpl
  • Curah Hujan : 700-1000 mm per tahun
  • Suhu : 25 – 28oC
  • Jenis tanah : lempung berpasir
  • pH : 4,5-8 pH.

Varietas Bengkoang Unggul


Umumnya yang sering sekali dibudidayakan di Indonesia ada dua varietas yaitu verietas genjah dan badur. Kedua varietas ini memiliki perbedaan umur panen, Varietas genjah panen 4-5 bulan dan varietas badur umur panennya antara 7 – 11.

Penyiapan benih bengkuang


Ada beberapa cara untuk mendapatkan benih bangkoang yaitu dengan menyeleksi dari tanaman yang ada. Untuk menghasilkan varietas unggul maka pilih tenaman yang sehat dan biarkan tanaman tersebut berbunga dan mengeluarkan polong. Kemudian biarkan tanaman yang lainnya tumbuh dan pangkas bunganya, jika anda tidak memangkas bunga nanti bengkuang tidak akan mengeluarkan umbi.

Belajar Agrotani Melalui Video : Belajar Lewat Video

Polong yang tumbuh tadi, ambil bagian polong yang sudah tua dan tanaman yang sudah siap dipanen. Jika benih akan disimpan sebaiknya jangan dikupas kulit polongnya. Jika anda kupas kulitnya berarti anda harus menyimpanya ditempat yang kering dan tutup hingga rapat. Simpan dengan baik agar benih bisa bertahan hingga 1 tahun.

Cara lain untuk membuat benih adalah dengan menyeleksi benih dari hasil panen. Pilih beberapa umbi yang kualitasnya bagus, untuk ciri-ciri benih yang bagus anda bisa lihat dari bentuk dan ukurannya. Simpat benih ditempat yang cukup lembab, selang beberapa hari akan tumbuh beberapa tunas dan anda harus menyeleksi tunas tersebut. Perhatikan dari pemilihan tunas, tunas yang paling baik adalah yang paling dekat dengan pusat umbi. Tanam benih itu seperti bangkuang umumnya dan biarkan berbunga hingga mengeluarkan polong, kemudian polongnya bisa dijadikan benih. Polong yang sudah dipanen akan dijadikan sebagai bibit nantinya.

Pengolahan tanah dan penanaman


Jika anda ingin berbudidaya jangan terlalu fokus pada teori yang anda sedang plajari, sesuaikan saja semuanya pada lapangan dan kerjakan sebaik mungkin. Saya hanya memberikan gambaran saja bukan secara teoritis.

Sesuaikan semuanya mulai dari bedengan dan pupuk dasar, logikanya adalah :

Jika saya uraikan kebutuhan pupuk yang menurut saya sebesar 20 ton per Hektar, belum tentu kebutuhan lahan anda membutuhkan 20 ton mungkin saja membutuhkan lebih dari 30 ton per Hektar. Begitujuga dengan lahan, anda harus penyesuaan bedengan sampai kebutuhan air pada tanah berbeda dengan teori atau daerah lain.

Saya mencampurkan pupuk lebih dari 20 ton per hektar, semua pupuk ditebarkan pada lahan secara rutin selama 6 bulan sekali. Untuk lebih jelasnya ini rincianya :

  1. Setelah pupuk kompos ditebar diamkan selama 5-7 hari dilahan
  2. Jarak tanam 25 x 30 cm
  3. Benih : 1 Lubang 1 Benih
  4. Sebelum benih ditanam direndam dulu dengan larutan ZPT 6-12 jam

Saya yakin untuk cara yang lainnya tidak perlu lagi saya uraikan, seperti setelah dimasukan bibit ke lubang tanam ditutup kembali dengan tanah dan itu menurut saya bukan rahasia umum lagi. Anda adalah seorang petani dan tentunya sudah mahir soal tanam menanam.

Perawatan budidaya bengkoang


Secara alami bengkoang yang tumbuh akan tahan pada kekeringan. Namun jangan menganggap baha bengkoang tidak membutuhkan air, hindari kekeringan yang ekstrim dan hindari permukaan yang becek. Jangan pernah berani menyiram saat keadaan tanah setengah basah karena akan menimbulkan layu dan bahkan bisa mengakibatkan tanaman bengkoang anda mati.

Pada umur 2 minggu pastikan bengkoang anda tumbuh dengan baik dan sehat, dilapangan yang akan tumbuh bukan hanya tanaman yang anda budidayakan, namun akan tumbuh juga tanaman pengganggu yaitu gulma. Sebaiknya anda memberantas dengan melakukan penyiangan. Cek kembali pertumbuhan bengkoang anda jangan sampai ada yang mati. Lakukan penyulaman dengan cara penggantian tanaman.

Catatan :

“Jika saja ada tanaman bengkoang yang mati atau terhambat pertumbuhannya, jangan diganti dengan bengkoang kembali, karena tanaman yang baru ditanam tidak akan menyusul bengkoang lainnya”

Saya sering menggantikan tanaman bengkoang dengan tanaman lain seperti cabai atau tanaman apa saja yang ada untuk menggantikan lubang tanam yang kosong.

Tambahkan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk organik lainnya untuk menambah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Sesuaikan kebutuhan pupuk anda, namun jangan gunakan pupuk kimia lagi kalo bisa sih, soalnya agar anda terbiasa tanpa pupuk kimia lagi. Untuk melihat kebutuhan pupuk anda cukup dengan melihat perkembangan pertumbuhannya, anda pasti mengerti dan bisa membedakan tanaman yang sedang sakit atau kekurangan unsur hara, nah disana tugas anda untuk memenuhi kebutuhan perut tanaman.

Pada awal tanaman berumur satu bulan, lakukan proses penggantian pucuk daun pada tanaman bengkoang anda. Lihat setelah anda melakukan proses itu, disana akan tumbuh beberapa tunas baru yang biasanya banyak. Lakukan kembali ketika bengkoang berumur 2 bulan. Lakukan juga penggantian pucuk dan bunganya.

Saya tidak pernah memaksa bagaimana anda berbudidaya, namun saya sarankan jika anda ingin melakukan penggantian bunga atau mengguntingnya sebaiknya dilakukan minimal pada 80% bunga sudah mekar. Jangan memaksakan kehendak anda, ini akan mengakibatkan umbi bengkoang yang tumbuh tidak bulat dan tidak akan membesar. Lakukan saja jika tidak percaya.

Jika anda ingin menanam kembali bengkoang pada musim berikutnya, jangan pangkas bunganya dan sisakan beberapa pohon tetap tumbuh bersama bunga. Buat indukan dan plihara dengan baik sampai berbiji kembali, mudahnya anda tinggal memanen biji dari tanaman bengkoang yang sudah dewasa.

Ada tips sehat dan cepat untuk mendapatkan umbi yang besar dan panen banyak. Asalkan anda membuat tanaman itu sehat dan tumbuh secara alami anda akan mendapatkan apapun dan ini berlaku untuk semua tanaman yang diciptakan tuhan, saya tidak tahu juka tanaman yang diciptakan manusia.

Untuk memperoleh umbi yang besar kisaran 3,5 bulan anda bisa melakukannya dengan cara memangkasnya. Pangkas semua bunga dan daun muda termasuk bunga yang tumbuh disekitar ketiak daun, pastikan jangan terlewati satupun. Lakukan hal tersebut sampai tiga kali tumbuh dan lihat hasilnya setelah anda panen. Jika tidak besar umbinya berarti ada yang salah saat anda melakukan pemangkasan tadi.

Pengendalian hama dan penyakit Bengkoang

Hama dan penyakit


Budidaya bengkoang itu sangat mudah sekali dan jarang rasanya terserang hama dan penyakit. Namun jangan terlalu nyaman dengan keadaan itu karena bukan tidak mungkin budidaya anda terserang oleh hama dan penyakit.

  1. Hama dan penyakit yang sering menyerang adalah :
  2. Bercak daun
  3. Tungau daun merah
  4. Oteng-oteng
  5. Kumbang

Lakukan pertanyaan jika saja terserang hama dan penyakit menyerang, saya tidak mau membeberkan secara langsung, namun cobalah teliti kenapa hama dan penyakit itu menyerang tanaman anda, karena disitu ada sebab akibat alam yang dimana ada tangan manusia.

Pemanenan budidaya bengkoang


Jika di daerah Jawa panen bermulai saat umur 4 bulan setelah tanam. Seharusnya dibatas wajar adalah 7-8 ton per hektar atau justru syukur-syukur anda panen lebih dari itu. Jika anda panen hanya 5 ton per hektar menurut saya anda gagal dalam budidaya.

Lulucon konyol dari anak-anak Agrotani :

Untuk panen Bengkoang jangan menggunakan sumpit karena susah untuk mendapatkan umbi nya hahaha.

Buat pertanyaan

Tag : #Tanaman Bengkoang

Zenzen Zainudhin

Seni adalah bertani