5 Tahap Mudah Untuk Budidaya Bawang Merah : 10 Menit

Di PERTANIAN

Agrotani.com – Bawang merah adalah tanaman yang cocok sekali untuk anda yang berada di dataran rendah. Tanaman ini menghendaki pada suhu 25 – 32 °C dan kelembaban 80% – 90%. Pemeliharaan dan cara budidayanya juga sangat mudah sekali, memiliki keuntungan yang menjanjikan dari pendapatan bertani anda. Jadi jika anda yang berada di dataran rendah maka tidak ada salahnya untuk mencoba budidaya tanaman ini.

Cara budidaya bawang merah

Cara budidaya bawang merah

Berikut ini langkah – langkah kiat sukses budidaya bawang merah :

1. Persiapan Bibit


Sebelum kita lebih jauh ke tahap pemeliharaan dan panen maka sebaiknya anda harus memperhatikan bibit. Bibit bawang ini sangat berperan penting sekali bagi kesuksesan dalam hasil kita nantinya. Sebenarnya ada banyak sekali varietas, bibit bawang merah ini bisa kita dapatkan dengan cara mengambil dari tanaman indukan yang sehat ( tidak terserang hama dan penyakit ) dan dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Syarat untuk mendapat indukan adalah pada tanaman bawang merah yang di panen 3,5 bulan. Namun jika anda bingun untuk mendapatkan indukan maka ada beberapa tips untuk membedakan indukan dan tanaman yang cocok panen.

Berikut ini ciri-ciri indukan :

Belajar Agrotani Melalui Video : Belajar Lewat Video

  1. Umbi seragam dengan ukuran 2 cm x 2,5 cm per siung.2. Bibit sudah disimpan 1-3 bulan dan memiliki titik tumbuh terlihat pada akar tanaman.3. Umbi tidak cacat4. Bibit tidak terkena hama dan penyakit, jika ada bibit yang terkena bintik hitam atau bibit busuk sebaiknya jangan dipaksakan untuk dijadikan bibit.
    Namun bagi anda yang tidak memiliki bibit, anda bisa membelinya di toko pertanian terdekat atau penyedia bibit terdekat. Kebutuhan bibit saya ambil contoh : 100 m2  dibutuhkan 14 kg bibit bawang merah.

2. Pengolahan Tanah


Bawang merah sangat senang sekali pada tanah yang gembur dan subur, sangat bagus sekali jika tanah yang kita olah ini memiliki humus. Kandungan hara yang sangat dibutuhkan sekali untuk tanaman harus kita penuhi. Seperti halnya penanaman yang ada dalam hidroponik unsur hara yang tergantung sangat dibutuhkan sekali dan sangat digantungkan kepada kita sebagai pembudidaya.

Pengolahan yang dilakukan cukup dengan membajak tanah atau dengan pencangkulan, kemudian buat bedengan dengan ukuran 1 meter, tinggi 30 cm. Khusus untuk panjang bedengan anda harus menyesuaikan dengan keadaan lahan dan jarak antar bedengan diberikan jarak antara 30 cm yang berfungsi sebagai parit.

Lakukan juga pemupukan dasar, anda bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang dan jenis pupuk organik lainnya. Saya ambil contoh, jika anda mempunyai luas tanah seluas 100 m2 maka anda membutuhkan pupuk 100 kg. Untuk pencampurannya anda bisa menggalokan di atas bedengan, lalu aduk hingga merata. Atur pH tanah yang anda akan jadikan lahan bawang merah, jika tanah memiliki pH 5,5 maka anda harus menambahkan kapur tani (Kaptan) yang ada di toko pertanian terdekat.

3. Penanaman Bawang Merah


Jika anda menggunakan mulsa maka setelah penyiapan lahan tanah yang anda garap bisa langsung di terapkan setelah bedengan ditata. Saya anggap anda sudah menyiapkan persiapan lahan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya maka anda harus membut lubang tanam, lubang tanm yang digunakan dengan jarak 15 cm x 15 cm. Sebelum anda menanamnya harus dilakukan perompesan terlebih dahulu perompesan yaitu pemotongan memotong ujung dari bibit yang gunanya untuk memecah fases dormansi. Disarankan penanaman bawang merah sebaiknya pada musim kemarau, namun harus tetap memastikan kebutuhan airnya terpenuhi.

Bibit yang sudah dipotong tapi dimasukan kedalam lubang tanam yang sudah disiapkan oleh anda. Usahakan penanaman yang dilakukan pada lubang tanam jangan terlalu dangkal karena bibit akan mudah rebah, namun jangan terlalu dalam juga karena dapat menghambat tumbuhnya tunas baru ketika perkembangan atau pertumbuhan, terlalu dalam bisa mengakibatkan batang busuk dan tanaman akan mati.

4. Pemeliharaan


Pemeliharaan sangat menentukan keberhasilan anda dalam berbudiadaya tanaman bawang merah. Ada beberapa tahapan yang harus anda ketahui :

Penyiraman Penyiraman sebaiknya anda menggunakan gembor yang halus, penyiraman yang halus ini berguna sekali untuk tidak mengganggu posisi bibit ketika fase pertumbuhan agar tidak terganggu. Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari dan anda harus ingat di bawah umur 50 hari tanah harus dipastikan lembab namun jangan terlalu lembab juga yang sedang-sedang sajah.

Memperbaiki dudukan umbi Pasti anda menemukan ini di lapangan dengan posisi pertumbuhan atau pergeseran bibit dari tanah. Pergeseran ini ditimbulkan oleh beberapa faktor dan dapat mempengaruhi perumbuhannya. Lama kelamaan dengan perawatan penyiraman dan faktor lainnya mengakibatkan perakaran pada bawang merah akan naik. Jika hal ini terjadi perakaran pada bibit tidak menyentuh atau tidak tertanamnya bawang merah yang nantinya penyerapan unsur hara tidak terserap secara maksimal. Anda harus memposisikan hal ini menjadi benar, dengan mengubur akar yang timbul dan ditanam kembali agar bibit bawang merah tidak mudah rebah.

Penggemburan tanah dan penyiangan bawang merah Jika anda tidak menggunakan mula maka hal ini wajib sekali anda lakukan. Penggemburan bertujuan membudahkan akar bisa leluasa bernapas dan menyerap makanannya. Bersihkan gulma yang jika dibiarkan akan menimbulkan persaingan dalam penyerapan unsur hara maka gulma dan jenis tanaman yang tidak kita kehendaki harus disingkirkan.

Pemupukan Pemupukan susulan sangat penting diberikan dan ada dua macam dalam persi ini. Jika anda ingin menggunakan sistem organik maka anda hindari penggunaan pupuk yang terbuat dari kimia seperti urea SP36 dan lainnya. Namun jika anda ingin membudidayakan secara normal harus ada pemupukan dengan campuran pupuk non-organik. Pemberian pupuk bertujuan agar pertumbuhan pada fase generatif dan vegetatif maksimal. Berikan pupuk pada umur bawang merah 15 hari setelah tanam dan selanjutnya pada umur 35 hari. Perhatikan dosis yang anda berikan saya ambil contoh :

Jika anda memiliki luas lahan 100 m maka pemupukan yang anda gunakan SP-36 2 kg, dan pada pemupukan ke – 2 anda berikan pupuk urea 3 kg dan KCL 2 kg. Campurkan pupuk dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 3 kg. Untuk pemberiannya cukup letakan pada pinggir tanaman.

Penanggulanagan hama dan penyakit Tidak semulus pada teori yang saya sampaikan sekarang, anda pasti menemukan kendala pada tanaman bawang merah anda dengan terserangnya hama dan penyakit. Hama yang sering menyrang adalah ulat daun dan jenis lainnya, sedangkan untuk penyakitnya ada thrips tabaci, penyakit bercak ungu. Namun saya pikir anda harus mempelajari secara mendalam jadi saya harus menyajikan dengan bentuk tutorial berikutnya, saya sudah menyiapkannya jadi anda tinggal cari di halaman pencarian agar anda bisa paham.

5. Panen dan pasca panen


Saat yang dinanti kita anggap saja sedang terjadi. Panen bawang itu mudah tinggal merabut semua bagian tanaman dari atas sampai bawah kemudian ikat bagian daunnya. Untuk pasca panen anda tidak bisa menjual secara segar utuh, anda harus menyustan kadar air yang ada didalamnya. Cara untuk menurunkan kadar air yaitu dengan menjemurnya terlebih dahulu, namun banyak petani yang menanyakan bagaimana caranya.
Cara mudah yang bisa kita lakukan untuk menurunkan kadar air yaitu dengan cara menjemurnya, untuk mengetahui kadar air yang kita maksud caranya cukup mudah yaitu dengan melihat bagian kulit bawang yang kering namun umbi di dalamnya masih basah.

Buat pertanyaan

Tag : #Bawang #Bawang Merah

Zenzen Zainudhin

Seni adalah bertani